Jodoh Wanita Penghuni Sorga

Pasangan hidup yang sholeh/sholehah merupakan keindahan dan nikmat
hidup bagi anak cucu Adam. Bahkan Allah ta’ala tidak hanya memberikan
pasangan hidup tadi ketika seseorang di dunia, tetapi juga nanti ketika
di sorga bagi orang-orang yang bertaqwa.
Kenikmatan ini pun tidak
hanya dirasakan laki-laki tetapi juga kaum wanita. Bahkan para ulama
membahas masalah ini dalam kajian tersendiri. Di antara ringkasan
pasangan wanita di sorga, dapat digambarkan sebagaimana berikut:
Pertama, setiap wanita yang meninggal sebelum ia menikah, maka Allah pun
akan menikahkannya ketika di sorga nanti dengan laki-laki dunia yang
masuk ke dalam sorga. 
Oleh karena itu, ketika ada wanita yang
belum bertemu jodoh ketika di dunia ini, maka hendaknya ia tidak
berputus asa, apalagi sampai merendahkan kehormatannya sebagai wanita
untuk mendapatkan pasangan.
Hal ini penting karena betapa banyak
wanita yang selama ini dikenal begitu taat bahkan dengan penampilan
syar’i, akhirnya berubah hanya karena usia yang terus beranjak dan belum
segera menikah.
Jika menghadapi kondisi seperti ini, malah
seharusnya ia hendaklah memperbanyak doa dan ketaatan kepada Allah.
Mudah-mudahan Allah segera mengutus lelaki sholeh untuk meminangnya.
Adapun jika tidak mendapatkan jodoh di dunia ini, insyaAllah ia pun akan
bersuami ketika di sorga nanti.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
ما في الجنة أعزب
Tidak ada di sorga yang membujang (HR. Muslim)
Syaikh Utsaimin bahkan secara lebih gamblang menjelaskan, seorang
wanita jika ia menjadi penghuni sorga dan belum menikah, atau ia sudah
menikah tetapi suaminya tidak masuk ke dalam sorga, maka niscaya Allah
akan menikahkannya dengan salah seorang dari laki-laki penghuni sorga.
Kedua, seorang wanita yang suaminya meninggal kemudian ia menikah lagi
dengan lelaki lain, maka ia akan bersama suaminya yang terakhir. Hal ini
sesuai dengan sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam,
المرأة لآخر أزواجها
Wanita akan bersama suaminya yang terakhir (Silsilah hadis shohih Albani)
Hudzaifah radiyallahu ‘anhu beliau mengatakan kepada istrinya,
إن شئت أن تكوني زوجتي في الجنة فلا تزوجي بعدي فإن
المرأة في الجنة لآخر أزواجها في الدنيا فلذلك حرم الله على أزواج النبي أن ينكحن بعده لأنهن أزواجه في الجنة 
Jika engkau ingin menjadi istriku di sorga, maka jangan menikah
setelahku. Sesungguhnya seorang wanita di sorga akan bersama suaminya
terakhir ketika di dunia. Dan ia pula yang menyebabkan Allah ta’ala
mengharamkan para istri nabi untuk menikah sepeninggal beliau karena
mereka akan menjadi istri nabi di sorga.
Dan subhanallah,
wanita-wanita dunia yang nantinya Allah ta’ala masukkah ke dalam sorga,
semuanya akan kembali menjadi muda, seperti halnya seorang gadis.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الجنة لايدخلها عجوز …. إن الله تعالى إذا أدخلهن الجنة حولهن أبكارا
Sesungguhnya sorga tidak dimasuki orang-orang tua. Dan Allah ketika
memasukkan wanita kedalam sorga, (mengembalikan) mereka seperti masih
gadis. (HR. Attabrani)
Dan para wanita dunia di sorga ini pun
nanti keadaannya juga akan jauh lebih cantik dibandingkan para bidadari,
dikarenakan banyaknya mereka beribadah kepada Allah ta’ala.
Karenanya, seorang wanita muslimah harus betul-betul mempersiapkan bekal
akhiratnya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiat
berkaitan dengan kunci sorga bagi kaum wanita,
إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت زوجها قيل لها : ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت
Jika sholat lima waktu seorang wanita, ia berpuasa pada bulan ramadhon,
menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka dikatakan
padanya, “masuklah ke dalam sorga dari pintu sorga mana yang engkau
suka”. (HR. Ibnu Hibban)

Trento, Italy, 28 Januari 2015
Akhukum Fillah, Gonda Yumitro