Hukum Menghadap Kiblat Ketika Buang Hajat

oleh : Ust.Gonda Yumitro, MA
Sebagai agama yang
sempurna, Islam mengatur setiap urusan dalam kehidupan kita. Bahkan
dalam perkara buang hajat di toilet pun mendapatkan perhatian dalam
Islam.
Salah satu adab tersebut berkaitan dengan larangan dari
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk buang hajat menghadap
atau membelakangi kiblat. Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ عَلَى حَاجَتِهِ فَلا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلا يَسْتَدْبِرْهَا
Jika salah seorang dari kalian sedang buang hajat, maka jangan menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya (HR. Muslim).

Para ulama bersepakat bahwa yang dimaksud dengan kiblat adalah ka’bah
yang dibangun oleh Nabiyullah Ibrahim alaihi salam atas perintah Allah
ta’ala. Dan larangan hadits ini bermakna penghormatan terhadap kiblat
kaum muslimin.

Menurut Syaikh bin Bazz hadits ini shohih dan
jelas perintahnya, yang mana selamanya dilarang menghadap ketika kita
buang hajat di tempat terbuka. Adapun ketika berada di dalam bangunan
yang tertutup, maka para ulama berbeda pendapat tentang perkara ini.
Mereka yang membolehkan beralasan dikarenakan dari Ibnu Umar
radiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ketika berada di rumah Hafsah,
Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam,

قضى حاجته مستقبلاً الشام مستدبراً الكعبة
Beliau buang hajat menghadap ke arah Syams dan membelakangi ka’bah. (HR Bukhari Muslim)

Namun sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa hal ini khusus untuk
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun bagi umat Islam
lainnya, maka hendaklah menghindarkan diri dari buang hajar menghadap
atau membelakangi kiblat, baik di luar bangunan atau pun di tempat
tertutup.

Hal ini dikarenakan hadits yang seharusnya diikuti
adalah yang bersifat umum, dimana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa
sallam menyampaikannya secara lisan. Adapun dalam perkara perbuatan,
tidak ada satu pun yang secara langsung melihat beliau shollallahu
‘alaihi wasallam ketika buang hajat. Hanya saja posisi toilet yang
dibangun membelakangi kiblat.

Meskipun demikian, mereka
berpendapat bahwa keharaman ini tentu bukan termasuk perkara yang keras.
Namun demi kehati-hatian bagi seorang mukmin, hendaklah ia memilih
untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

Oleh karena itu,
ketika ada yang akan membangun rumah, para ulama menyarankan untuk
membuat toilet yang tidak menghadap atau tidak membelakangi kiblat.
Wallahu a’lam.