Din Syamsuddin Anjurkan Jokowi Shalat Istikharah Putuskan Kapolri


Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin berpendapat Jokowi sudah banyak menerima masukan dari banyak pihak dan harus segera mengambil keputusan penting. “Pertimbangan hukum, politik dan sosial sudah banyak, saatnya pertimbangan spiritual,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Saran Din, Jokowi mendengarkan suara hati sanubarinya. “Presiden bisa salat istikharah dulu sebelum memutuskan,” kata dia.

Dia berpendapat institusi Kepolisian Republik Indonesia tidak bisa dibiarkan terus mengalami kevakuman pimpinan. Institusi ini tidak bisa terlalu lama dikendalikan oleh sekedar pelaksana tugas. “Tak boleh Polri terlalu lama tidak punya kepala,” kata dia.

Din juga berharap Presiden mengeluarkan keputusan yang bisa mengakhiri masalah akibat konflik antara KPK dan Polri. Dia optimistis presiden akan mengambil keputusan sesuai aspirasi rakyat. “Presiden dipilih oleh rakyat, seyogyanya mengikuti aspirasi rakyat,” kata dia.

Dia menyerukan semua pihak menghentikan konflik demi kepentingan bangsa. Din mengamati konflik KPK dan Polri sebenarnya bermula dari individu, tapi menjadi mengkristal ke persoalan institusi. “Masalah individu hanya pemicu, ada faktor kesisteman, maka perlu kenegarawanan (dalam penyelesaian masalah),” kata dia.(tmp/sp)