3 Adab Pergaulan Lawan Jenis Dalam Islam

Sungguh kita hidup di suatu zaman yang sulit untuk menghindari
pergaulan dengan lawan jenis. Di berbagai bidang kehidupan atau
pekerjaan, interaksi antara laki-laki dengan wanita pun tidak bisa
dihindarkan.
Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa kita
bersikap bebas tanpa aturan. Kita hendaknya senantiasa berusaha untuk
mengikuti beberapa adab pergaulan yang dituntunkan oleh Islam. Dengan
cara ini insyaAllah kita akan mendapatkan keselamatan baik di dunia
maupun di akhirat.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam
pernah mewanti-wanti bahwa wanita akan menjadi fitnah yang besar bagi
kaum laki-laki, sebagaimana dalam sabda beliau shollallahu ‘alaihi wa
sallam,
ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء
Tidak tertinggal setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki kecuali wanita (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Sa’id, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فينظر ما تعملون فاتقوا الدنيا، واتقوا النساء، فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت من النساء
Maka perhatikanlah apa yang kalian lakukan, dan hati-hatilah dengan
dunia, hati-hati dengan wanita. Sesungguhnya, fitnah pertama bagi bani
Israil adalah wanita (HR Muslim)
Karena wanita, bangsa Israel yang dikenal sebagai kaum yang cerdas dan orang-orang pilihan pun mengalami kehancuran. 
Oleh karena itu, Islam mengatur bagaimana adab pergaulan antara laki-laki dan wanita, di antaranya sebagaimana berikut: 
Pertama, jangan bersentuhan.
Jangankah sampai jatuh pada perzinahan, Islam bahkan melarang seorang
muslim untuk bersentuhan dengan seorang wanita. Dan nyatanya hal ini
merupakan suatu perkara yang berat di zaman kita sekarang ini karena
bersalaman antara laki-laki dengan wanita misalnya sudah menjadi hal
biasa.
Padahal, Aisyah radiyallahu ‘anhu pernah menceritakan bahwa,
كان رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يبايع النساء بالكلام بهذه
الآية: (عَلى أن لا يُشرِكن بِاللهِ شَيئاً) وما مست يد رسول الله صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يد امرأة قط إلا امرأة يملكها
Dulu
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dibai’ah oleh wanita dengan
ucapan ayat, (mereka tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun),
dan tidaklah mereka menyentuh tangan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa
sallam, kecuali mereka yang menjadi budaknya.(HR Bukhari)
Bahkan dari Ma’qul bin Yasaar diceritakan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد خير له من أن تمسه امرأة لا تحل له
Dan kepada seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik
baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (HR. Muslim)
Keterangan di atas menggambarkan bagaimana seriusnya urusan persentuhan
kulit antara laki-laki dengan wanita. Seakan ada sambungan listrik yang
membuat mereka bergetar dan bisa saling tarik menarik. 
Hati dan
perasaan mereka pun bisa menjadi terhubung dan syaithon pun akan
menghiasinya sebagai sesuatu yang indah. Pada akhirnya, persentuhan ini
pun akan bisa menyebabkan mereka jatuh pada kemaksiatan lainnya.
Kedua, jangan berduaan.
Dari Uqbah bin Aamir, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إياكم والدخول على النساء . قال رجل: أفرأيت الحمو؟ قال: الحمو الموت
Hati-hatilah kalian berduaan dengan wanita, berkata seseorang,
bagaimana dengan ipar? Rasullah menjawab, ipar adalah kematian (HR
Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini terlihat bahwa berduaan
dengan yang masih dianggap keluarga saja jika bukan mahramnya maka
merupakan sesuatu yang sangat berbahaya. Apalagi berduaan dengan
laki-laki atau wanita asing.
Hal inilah mengapa Rasullah
shollallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan bahwa jika pun ada urusan
dengan yang wanita atau laki-laki asing, maka sang wanita hendaknya
disertai dengan mahramnya. Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
لا يخلون رجل بامرأة إلا ومعها ذو محرم) فقال رجل يا رسول
الله: إن امرأتي خرجت حاجة، وإني اكتتبت في غزوة كذا وكذا. قال: (فانقلب
فحج مع امرأتك)
Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat dengan
seorang wanita kecuali mahram bersamanya. Maka berkata seseorang, wahai
Rasulullah, sesungguhnya istriku akan pergi haji, sementara aku akan
pergi berperanga, begini dan begini. Maka Rasulullah mengatakan,
kembalilah dan berhajilah bersama istrimu (HR Bukhari Muslim).
Sungguh bagi mereka laki-laki dan wanita yang berkhalwat tanpa disertai
dengan mahramnya, maka syaithon pun akan membersamai mereka dan
menggerakan tubuh mereka untuk melakukan kemaksiatan.
Syaithon
akan begitu pandai membisikkan tipu dayanya kepada manusia. Pada awalnya
mungkin beralasan bahwa hal ini untuk suatu kemanfaatan, dan toh mereka
pun juga hanya melakukan pembicaraan biasa.
Namun sejarah telah
membuktikan bahwa betapa banyak orang yang sudah tergelincir karena
perkara ini. Bahkan pernah ada seorang rahib yang telah puluhan tahun
beribadah pun akhirnya meninggal dalam keadaan kafir karena wanita.
Awalnya ia hanya mengajak sang wanita untuk berbicara, kemudian
syaithon membisikan agar berbicara di ruangan tertutup. Akhirnya
terjadilah perzinahan yang membuat wanita tadi hamil dan melahirkan
seorang bayi. Karena takut malu, akhirnya sang bayi dan wanita pun
dibunuhnya.
Ketiga, menundukkan pandangan.
Pandangan juga
merupakan salah satu anak panah iblis yang ketika sudah dilepas ke
tempat-tempat yang diharamkan oleh Allah ta’ala akan melukai bahkan
membunuh hatinya.
Mereka yang tidak menjaga pandangannya, maka
seakan ada yang menusuk dalam dadanya. Ketika luka itu terasa mengangah
maka akan hilang pula ketenangan dalam jiwanya.
Pemandangan haram yang ia lihat pun akan senantiasa terbayang dalam pikiran, bahkan bisa masuk ke dalam hatinya.
Karenanya Allah ta’ala berfirman,
قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka
menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maka mengetahui apa yang
mereka lakukan. (Q.S. Annur: 30)
Menundukkan pandangan merupakan
upaya pencegahan yang bisa menyelamatkan, termasuk dari gejolak syahwat
yang memuncak. Adapun mereka yang mengumbar pandangannya, maka
kemaluannya pun akan sulit terjaga.
Jarir radiyallahu ‘anhu
mengatakan bahwa aku pernah bertanya kepada Rasulullah shollallahu
‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang melihat sesuatu yang haram,
maka beliau memintaku untuk menghentikannya.
Dari Ali bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
لا تتبع النظرة النظرة، فإنما لك الأولى وليست لك الآخرة
Janganlah engkau mengikuti pandangan pertama dengan pandangan
berikutnya. Bagimu pandangan yang pertama, dan bukan yang berikutnya.
(HR. Abu Daud)
Dengan menjaga beberapa adab dalam pergaulan
antara laki-laki dan wanita sebagaimana di atas, insyaAllah tata
masyarakat yang Islami akan bisa diwujudkan, dan kita pun terhindar dari
salah satu fitnah yang telah banyak menyesatkan manusia. Semoga Allah
ta’ala memberikan kekuatan kepada kita. Aamin.

Gonda Yumitro, MA
Dosen HI FISIP UMM dan Wakil Ketua II MIUMI Malang Raya