Terpidana Mati Narkoba Urung Dieksekusi, Terduga Teroris di “Dor” Mati

Pada akhir tahun 2014 Kejaksaan Agung sesumbar akan segera mengeksekusi Terpidanan Mati Narkoba yang telah ditolak Grasi nya oleh Presiden Jokowi, namun sudah memasuki tahun 2015 pelaksanaan eksekusi mati tersebut urung dilakukan.

Sementara itu diluar sana Densus 88 mengeksekusi Terduga Teroris dengan alasan melakukan perlawanan, upaya represif aparat dalam penindakan aksi terorisme ini sudah berulang kali dilakukan tanpa memberi kesempatan para terduga mengikuti proses peradilan yang ada di negeri ini sungguh ironi jika dibandingkan dengan tersangka narkoba atau korupsi yang masih bisa mengikuti proses persidangan padahal tiga kejahatan ini adalah sama – sama extra ordinary crime.

Bahkan menjadi anomali ketika para Terpidana narkoba yang telah divonis mati sampai hari ini belum juga dieksekusi dengan berbagai alasan sedangkan mereka yang hanya baru menjadi terduga harus berhadapan dengan timah panah aparat.

Sementara itu dikutip dari rol,  Klaim Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dalam membekuk seorang terduga pelaku terorisme kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah menuai kritikan.

“Jatuhnya korban tewas saat penindakan akan menambah daftar panjang terkait kasus extrajudicial killing yang dilakukan oleh Densus 88. Di sisi lain, justru kasus seperti ini menjadi stimulan dendam dari pihak-pihak yang merasa terdzalimi,” papar Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Senin (12/1).

Pemerhati kontraterorisme ini menilai, jatuhnya korban disertai proses interogasi dengan kekerasan fisik serta mental  kepada orang-orang berstatus baru terduga, suatu saat bisa meletupkan aksi kekerasan berlabel terorisme lainnya.

Seharusnya, imbuh Harits, Polri banyak belajar dari proses-proses penindakan sebelumnya. “Percuma langkah kontraradikalisasi atau deradikalisasi kalau Densus 88 di lapangan justru melahirkan sikap radikalisme makin mengkristal,” tegasnya. (sp/rol)