Pesan KH AR Fakhruddin : Latihan Mengumpulkan Derma

Latihan Mengumpulkan Derma
Oleh: KH AR Fachruddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 1971-1985)


Kullu insanin ma’al biya-sani  (Setiap orang itu bersama kebiasaannya)

Seingat saya ada hadits yang menyebutkan “Jadikanlah segala yang baik itu menjadi kebiasaan”. Rosulullah memerintahkan, agar untuk anak dibiasakan melakukan sholat mulai berumur tujuh tahun. Bahkan kalau sudah berumur sepuluh tahun untuk melakukan sholat, kalau perlu digitik  (dipukul bukan karena marah dan benci, tetapi dipukul untuk pelajaran. Jadi pukulan yang tidak menyakitkan atau bukan pukulan yang mencelakakan)

Jihad fi sabilillah perlu ada latihan. Mubalighin atau muballighat kita perlu dilatih, supaya biasa bertabligh. Kalau tidak dilatih mungkin malu bertabligh, mungkin takut bertabligh. Akhirnya calon-calon Mubaligh atau Mubalighat kita tidak ada yang mau bertabligh. Apalagi jihad fi sabilillah bil amwal, benar-benar memerlukan lahitan secara sungguh-sungguh.

Mengisi celengan amal setiap jum’at di masjid-masjid perlu dianjuran dan perlu disemangatkan, jangan lebih banyak yang hanya mengangttkat daripada mengisi.

Mengaji Sambil berderma
Dizaman almarhum ustadz ZAS, di masjid Bundo Kandung di Padang, mengedarkan tadok (semacam keranjang) untuk menerima GAS (Gerakan Amal Shaleh) selalu dianjukan. Dengan dianjurkan dan disemangatkan setiap jamaah shalat, mendapatkan uang banyak. Subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya begitu pula sebelum khutbah jum’at. Tadok dengan GASnya tetap berjalan dan berhasil. Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta setiap tiga puluh lima hari sekali ada pengajian sambil mengumpulkan dana, yang hasil setiap pengajian terkumpul Rp.800 – Rp 1.000 untuk diserahkan kepada RS PKU Muhammadiyah, disediakan untuk membantu pasien-pasien yang perlu dibantu. Dengan demikian RS PKU Muhammadiyah tidak sendirian dalam menolong pasien-pasien yang kekurangan.

Nah, marilah ranting-ranting Muhammadiyah sekurang-kurangnya sebulan sekali mengadakan pengajian, dengan latihan mengumpulkan dana, untuk membantu anak-anak yatim, atau anak-anak kita yang fakir miskin, seupaya dapat meneruskan sekolahnya. Jangan sampai anak-anak yatim kita justru dibiayai oleh saudara-saudara kita Yahudi dan Nasrrani supaya mereka pindah agama.

Marilah kita biasakan, mengaji sambil mengumpulkan dana. Dengan demikian kita keluarga Muhammadiyah biasa berjihad fi sabilillah bil amwal. Yakinlah Allah akan mengganti apa yang kita jihadkan dalam Agama Allah. (sp)