Perusakan Moral mengancam Anak SD di Depok

Kejadian ini saya dapat dari istri saya yang mengajar di salah satu SD islam terpadu di Kota Depok. Siang tadi (15 Januari 2015) sekolah tempat istri saya mengajar mengadakan rapat dadakan. Semua guru, manajemen, petugas kebersihan, hingga satpam/petugas keamanan sekolah semua hadir dalam rapat ini.

Singkat cerita, ternyata rapat dadakan ini diadakan setelah salah seorang guru yang mendengar seorang siswa kelas 2 SD sedang asil bercerita tentang hubungan seks orang dewasa. Si anak begitu lancar bercerita secara detil tahapan-tahapan hingga gaya bercinta oramg dewasa. Sang guru yang tidak sengaja mendengar sontak kaget lalu mengajak siswa kelas 2 SD tersebut ke ruang konseling.

Setelah dilakukan pendekatan dan ditanya secara baik-baik, si murid ini menjelaskan dari mana ia bisa begitu lancar menceritakan bagaimana hubungan seks orang dewasa.

Ternyata si siswa kelas 2 SD ini mendengar dari beberapa siswa SMP yg ditemuinya di depan sekolah ketika menunggu jemputan. Si murid kelas 2 SD yang masih lugu ini diceritakan secara detil oleh siswa SMP bagaimana hubungan seks orang dewasa.

Dan setelah selesai bercerita, beberapa siswa SMP ini memberikan uang 20rb kpd siswa kelas 2 SD tadi dengan syarat si siswa SD ini mau menyebarluaskan cerita tadi ke teman2 SD lainnya.

Dan si siswa kelas 2 SD ini juga menyampaikan bahwa di dekat lokasi kejadian ada 2 orang bapak-bapak yg berjaga dan mengawasi sambil sesekali memberi kode kepada siswa SMP utk menghentikan ceritanya jika ada orang lain yg mendekat/lewat di dekat mereka.

Dan diakhir percakapannya, siswa SMP tadi menyuruh siswa kelas 2 SD ini untuk menemuinya setiap pulang sekolah di warnet atau rental PS di dekat sekolah.

Aksi perusakan moral ini sepertinya sudah direncanakan dan terorganisir. Terlihat dari rapinya kelompok bejat ini dalam merusak moral anak SD, khususnya siswa sekolah-sekolah islam.

Mohon kepada teman-teman menyebarluaskan informasi ini agar kita sama2 waspada terhadap aksi perusakan moral anak-anak generasi muda kita.

Oleh : Dinul Islamy

sumber : tipspendidikananak.web.id