Pengaruh Yahudi dan Nasrani Terhadap Aqidah Umat

Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia, nemun kehidupan sebagian kaum muslimin banyak meniru dan mengadopsi millah di luar Islam, terutama kebiasaan dari kaum Yahudi, Nasrani, Yunani dan Romawi.
Para misionaris Kristen akan senang kalau kaum muslim meniru dan mengadopsi millah
(kebiasaan/kepercayaan) mereka. Apa saja kebiasaan mereka yang sering
kita lihat dan saksikan di masyarakat kita? Penulis mencoba menguraikan
beberapa tradisi dan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani. Menurut penulis,
itulah yang disebut dengan benalu aqidah yang harus dijauhi oleh kaum
muslimin.
Millah (gaya hidup, kultur, budaya/tradisi) mereka yang mempengaruhi terhadap aqidah umat Islam, diantaranya sebagai berikut:
Pengaruh Romawi
  • Ritus Ulang Tahun; ulang tahun
    perseorangan dengan menyajikan sajian bagi juno agar diberi umur
    panjang, diberinya pula vesta dan panata berupa sajian kecil. Dinyalakan
    lilin sebanyak usia anak itu. Lilin ditiup oleh anak itu lalu
    disaksikan oleh keluarga. Si anak membelah roti bulat dan membagikannya,
    lalu menyanyikan lagu-lagu untuk keselamatan dan panjang umur.
  • Ritus tukar Cincin; Cincin kawin
    dikeramatkan dan dianggap sebagai pengganti alat pengikat dari cupid.
    Jika cincin itu jatuh, dianggap berbahaya pada jenjang perkawinan, maka
    dibuatlah penangkal-penangkal.
  • Ritus Perkawinan; jika perkawinan
    sudah menginjak perkawinan sudah menginjak 6 seperempat tahun diadakan
    upacara kawin perunggu. Perkawinan 12,5 tahun diadakan upacara kawin
    tembaga. Perkawinan sudah 25 tahun diadakan upacara kawin perak. Jika
    perkawinan sudah 50 tahun diadakan upacara kawin emas. Jika perkawinan
    menginjak usia 75 tahun diadakan upacara kawin berlian.
  • Ritus ulang tahun perkawinan itu
    dinyalakan dua batang lilin besar. Lalu diperhatikan lilin mana yang
    terlebih dahulu habis/mati, karena dianggap melambangkan siapa diantara
    mereka itu yang terlebih dahulu mati.
  • Angka sial dan angka keramat menurut khurafat Romawi; angka 13 termasuk angka sial.
  • Telur ayam; telur ayam dianggap
    lambang kesuburan, dipergunakan dalam berbagai upacara keagamaan. Pada
    masa perkembangan Nasrani ke Yunani dan Romawi, timbullah acara telur
    Paskah.
  • Menabur bunga dan karangan bunga pada acara kematian, termasuk tradisi Kristen Romawi;
  • Menggunakan pakaian hitam-hitam pada
    acara perkabungan seseorang, meupakan tradisi Yahudi, dimana di dalam
    tradisi Yahudi apabila raja-raja mereka meninggal dunia wajib
    menggunakan pakaian yang serba hitam, baju, celana hitam kalau perlu
    pakai kacamata hitam dan payung hitam.
Pengaruh Agama/Kepercayaan Nasrani
  • Upacara ulang tahun. Dilakukan dengan
    menyalakan lilin di atas kue besar. Dan jumlah lilin sesuai dengan umur
    yang berulang tahun.
  • Upacara ulang tahun perkawinan; kawin perunggu, kawin perak, kawin emas yang mengadopsi dari tradisi Romawi.
  • Tradisi tukar cincin, dalam acara
    meminang/melamar ataupun dalam acara perkawinan. Bagaimana sejarahnya?
    Pertama cincin dimasukkan ke ibu jari sambil membaca bismilabbi (atas nama bapa), kemudian cincin dipindahkan ke telunjuk sambil membaca wal ibni (atas nama putra/yesus), kemudian cincin dipindahkan ke jari tengah sambil membaca wa ruhul qudusi (atas nama roh kudus), baru dipindahkan ke jari manis sambil membaca illahun wahid
    (tuhan yang esa). Akhirnya, ditaruhlah cincin di jari manis.
    Demikianlah sejarah tukar cincin, inilah yang ditiru oleh sebagian umat
    Islam.
  • Membungkuk dalam memberi salam.
    Orang-orang Nasrani dari Romawi Selatan jika memberi salam penghormatan,
    biasanya dengan membungkuk, tangan kiri memegang lambung dan tangan
    kanan ke samping lurus.
  • Mematungkan seseorang yang dihormati.
    Sebagaimana kaum Nasrani membuat patung Yesus dan patung Bunda Maria. Di
    negara muslim, termasuk di Indonesia banyak dibuat patung-patung tokoh,
    seperti Bung Karno, Bung Hatta, Jendral Soedirman dan lainnya.
  • Meninggalkan kawin dan hidup membujang
    bagi biarawan/biarawati. Di agama Katholik disebut ajaran selibat tidak
    boleh menikah. Ajaran inilah yang menimbulkan banyak rohaniawan
    Katholik melakukan skandal seks terhadap anak-anak dibawah umur. Di
    kalangan kaum muslim banyak sekelompok sufi hidup dalam gua, mereka
    tinggalkan keduniaan dan tidak kawin. Sehari-harinya mereka hanya
    membaca dzikir dan shalawat. Kehidupan mereka sejalan dengan para
    biarawan/biarawati dari gereja Katholik.
  • Mengirimkan dan menabur bunga kematian
    kepada keluarga yang berduka. Penulis menyaksikan di pemakaman Kaum
    Kristen sekarang mereka memakai bunga dari plastik.
  • Menjadikan hari Ahad (Minggu=hari
    besar Romawi) sebagai hari raya (libur). Hari Minggu berasal dari kata
    Sunday, yaitu hari matahari yang mengadopsi dari tradisi Romawi kuno
    (kebiasaan paganis).
  • Menghiasi rumah ibadah, ditiru umat Islam menghiasi masjid.
  • Mengucapkan salam dengan selamat pagi, selamat sore dan sebagainya.
  • Menancapkan salib di kuburan dengan
    berbagai bentuk nisan variasinya. Sebagian umat Islam pun mengikuti
    dengan menancapkan nisan yang mirip-mirip bentuk salib.
Pengaruh Ajaran Agama/Kepercayaan Yahudi
  • Membangun kuburan seperti orang
    Yahudi. Berbentuk gedung, diberi kelambu. Dalam sebagian umat Islam di
    kuburan dibacakan al-Qur’an, shalawat, dzikir sehingga mirip masjid.
  • Dongeng-dongeng israiliyat,
    yaitu dongeng dari luar bangsa Israil atau dongeng tentang nabi-nabi
    yang berlebihan. Contohnya: Dongeng Harut dan Marut yang mengajarkan
    sihir dan memisahkan sepasang suami-istri karena Harut jatuh hati dengan
    istri orang itu. Banyak lagi lainnya tetapi intinya tidak ada dalil
    hadits yang shohih perbuatan keduanya. Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai
    telanjang bulat, perzinahan Nabi Luth dengan kedua putrinya, perzinahan
    Nabi Daud dengan Batsyeba istrinya Uria.
  • Bersumpah dengan menjunjung kitab suci Taurat. Di Indonesia kalangan umat Islam bersumpah diganti dengan al-Qur’an.
  • Pesta ulang tahun untuk peristiwa-peristiwa yang dianggap penting.
  • Berkudung dengan sehelai kain pada saat akad nikah, dan pengantin duduk bersanding di pelaminan.
  • Menggunakan cemara/menyambung rambut,
    berpakaian hitam-hitam saat berkabung dalam kematian. Sebagian umat
    Islam menirunya, ketika ada yang meninggal dunia menggunakan pakaian
    serba hitam.
  • Berdo’a memohon kepada Elohim dan Nebi (Kepada Allah dan Nabi).
  • Menjadikan hari Sabtu sebagai hari
    raya (libur) dan berpantang, tidak bepergian jauh, menikahkan anak.
    Menggunakan lambang-lambang seperti bintang Daud, segitiga bukit sion.
Setelah penulis melakukan pengkajian dan penelitian bahwa banyak umat Islam meniru millah
mereka, sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an Surat al-Baqarah [2]
ayat 120, dan ternyata banyak tradisi-tradisi kristiani yang diadopsi
dari tradisi-tradisi Yunani kuno dan Romawi kuno, kemudian kaum muslim
menirunya lagi. Inilah yang disebut dengan benalu aqidah.
[islamaktual/tabligh/abudeedat]