Pasutri Ditangkap Setelah Bagikan Buku Kristen

BANDA ACEH – Anggota Reskrim dan Intel Polsek Suka Makmur, Aceh
Besar, Minggu (25/1), menangkap pasangan suami istri (pasutri) warga
Gampong Laksana, Banda Aceh, karena diduga menyebarkan ajaran Kristen
dengan membagikan buku dan selebaran. Keduanya ditangkap di kawasan
Lampreh, Kecamatan Ingin Jaya, setelah membagikan buku dimaksud kepada
sejumlah pengunjung objek wisata Taman Rusa, Aceh Besar. Sementara
pasutri itu membantah melakukan misi Kristenisasi.
Kapolres Aceh
Besar, AKBP Heru Novianto SIK melalui Kapolsek Suka Makmur, Iptu
Zulkarnain kepada Serambi Minggu (25/1) menyebutkan, pasutri yang
ditangkap berinisial RS (41), dan istrinya WM (40). RS mengaku asal
Pematangsiantar, dan WM asal Semarang. Namun, keduanya (berdasarkan
KTP), menetap di Gampong Laksana dan beragama Kristen.
Kapolsek
Suka Makmur menyebutkan, pasutri tersebut ditangkap berdasarkan laporan
masyarakat kepada pihaknya. Disebutkan, sektiar pukul 15.00 WIB, Polsek
Suka Makmur mendapat informasi yang meresahkan warga, karena pasutri itu
membagi-bagikan buku tentang Kristen kepada beberapa orang di Taman
Rusa, Aceh Besar.
Buku itu, kata Iptu Zulkarnain, berdasarkan
laporan warga sarat dengan penjelasan-penjelasan tentang ajaran Kristen
di dalamnya. “Setelah kita dapat info itu, Kanit Reskrim dan Intel kita
langsung ke lokasi. Namun sampai di sana keduanya sudah tidak ada lagi.
Kami hanya mengambil sekitar tiga buku dari warga di objek wisata itu,”
kata Zulkarnain.
Karena ada warga yang mengingat plat mobil yang
ditumpangi pasutri itu, anggota Polsek mengejar ke arah Banda Aceh dan
berhasil mencegat pasangan itu di Jalan Banda Aceh-Medan, Kawasan
Lampreh, Ingin Jaya, Aceh Besar. Saat dicegat, petugas meminta keduanya
turun dan langsung dibawa ke Polsek Suka Makmur.
“Mobil Avanza itu
ternyata tak hanya ditumpangi kedua pasutri tersebut. Ada empat
perempuan lagi yang menurut pasutri ini adalah tetangga mereka di
Gampong Laksana,” kata Zulkarnain.(sp/serambiindonesia)