Nama Busro Muqoddas Mencuat Jelang Muktamar Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah ke-47 masih jauh hari, namun nama yang akan menjadi suksesor Prof Din Syamsuddin mulai terdengar. Satu di antaranya mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas.
Humas Panitia,  Husni Yunus mengatakan diapungkannya nama Busyro cukup beralasan. Selain kapasitasnya sebagai kader sangat baik, dia juga disebut model kader yang meniti jenjang dari bawah. Bahkan pendidikannya di institusi Muhammadiyah. “Selain itu darah ulama juga mengalir padanya sehingga memang pantas jika namanya disebut-sebut,” ujar Husni, Kamis 8 Januari.
Selain populer sebagai pimpinan KPK, Busyro juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) selama dua tahun. Ayah tiga  anak itu juga pernah duduk sebagai  anggota pimpinan pusat Muhammadiyah sejak 1985 sampai  1990.
Nama lain yang santer diberitakan menjadi ketua Haedar Nashir. Dia bukan nama baru dalam bursa ketua Muhammadiyah. Bahkan pada Muktamar 2010 lalu, dia memperoleh 150 suara saat kalah dari Prof Din Syamsuddin. Selain itu ada juga nama Hajrianto Tohari dan Ketua Muhammadiyah Sulsel, Alwi Uddin.
Sekretaris Muktamar, Syamsuriadi menanggapi peluang tokoh Sulsel kembali menahkodai Muhammdiyah. Dia menyebut, tidak ada bargening jabatan bagi siapapun yang diusung sehingga peluang tetap terjaga. “Lagi pula ada tanwir yang memilih 13 besar calon. Bisa saja, yang masuk 13 besar itu bukan peraih suara terbanyak yang menjadi ketua,” jelasnya.
Kemarin, panitia telah menggelar pelatihan pendaftaran online di Unismuh. Hal tersebut dilakukan agar jauh hari, panitia mengetahui sekian orang peserta penuh yang akan datang.(sp/fajar)