MUI Prihatin Transaksi Narkoba di Masjid

Laporan tentang dijadikannya halaman Masjid sebagai tempat transaksi narkoba membuat prihatin berbagai kalangan. Ketua Komite Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) MUI Dr. Anwar Abbas, MM turut menyuarakan keprihatinannya.

“Tugas pemerintah dan aparat kepolisian itu menegakkan hukum. Mereka juga harus menciptakan keamanan agar masyarakat dapat hidup tenang!” ujar Anwar Abbas yang juga menjabat Ketua bidang Pendidikan MUI Pusat seperti dikutip dari republika.co.id. Yang lebih menyakitkan, lanjutnya perbuatan terlarang itu dilakukan di tempat yang dianggap suci oleh umat Islam.

Membiarkan perbuatan itu tetap berlangsung ujar Anwar, akan memberikan kesan bahwa pemerintah dan aparat kepolisian tidak peduli. Akan berkembang anggapan bahwa pemerintah dan aparat kepolisian tidak peduli terhadap kehidupan keagamaan, juga tidak punya perhatian terhadap hal-hal yang akan merusak fisik dan mental rakyatnya. Padahal, mereka diangkat dan dipilih untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat lanjut Abbas.
Anwar yang juga Bendahara PP Muhammadiyah ini menyarankan kepada pemerintah serta aparat penegak hukum untuk dapat bekerjasama dengan elemen masyarakat yang ada. Diharapkan dalam waktu dekat akan dapat ditanggulangi masalah yang meresahkan masyarakat tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, halaman Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau telah dilaporkan kepada pihak kepolisian menjadi tempat perdagangan dan transaksi narkoba. Selain itu ada indikasi kuat banyak terjadi orang yang sedang pacaran dan selingkuh di halaman masjid agung. Hal ini dikarenakan kondisi di halaman Masjid Agung Natuna gelap serta sepi. Matinya aliran listrik ke daerah Natuna akibat krisis listrik ternyata dijadikan celah beberapa oknum masyarakat untuk melakukan kegiatan haram disana. [sp/islamaktual]