Muhammadiyah : Umat Islam Jangan Terprovokasi Charlie Hebdo

Jakarta – Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’thi mengatakan, umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia jangan terpancing dengan provokasi yang dilakukan majalah Charlie Hebdo dan para pendukungnya yang akan menerbitkan kembali sampul bergambar kartun Nabi Muhammad.

“Lebih baik umat Islam memandang persoalan ini sebagai ujian kesabaran. Tanggapi dengan arif dan bijaksana dengan menghindari tindakan anarkistis,” kata Abdul Mu’thi dihubungi di Jakarta, Selasa.

Abdul Mu’thi mengatakan Charlie Hebdo merupakan majalah yang dibuat kelompok sekuler antiagama. Yang dihina dan diejek bukan saja Nabi Muhammad, tetapi juga orang-orang suci dari agama lain seperti Yesus Kristus dari agama Kristen

Abdul Mu’thi mengatakan penerbitan edisi terbaru Charlie Hebdo dikhawatirkan akan memicu reaksi emosional dari dunia Islam.

“Penerbitan melebihi oplah yang biasanya itu bisa dimaknai sebagai upaya untuk memancing emosi umat Islam. Hal itu bisa ditanggapi kelompok radikal dengan tindakan anarkistis yang bisa memperkeruh keadaan,” tuturnya.

Abdul Mu’thi sangat menyayangkan apabila edisi terbaru Charlie Hebdo yang diterbitkan hingga tiga juta eksemplar benar-benar dimaksudkan untuk memancing emosi umat Islam. Seharusnya, mereka sadar bahwa mereka hidup di dunia global.

“Meskipun Pemerintah Prancis tidak bisa melarang mereka, tetapi seharusnya juga tidak tinggal diam. Harus ada komunikasi dengan negara-negara lain khususnya negara Islam supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.”

Reuters merilis edisi terbaru Charle Hebdo akan terbit, Rabu (14/1/2015). Pada sampul edisi terbaru tersebut, Charlie Hebdo kembali menampilkan gambar kartun yang disebut sebagai figur Nabi Muhammad sedang membawa tulisan Je Suis Charlie yang berarti Saya Charlie.

Je Suis Charlie digunakan pendukung Charlie Hebdo yang juga mengutuk penyerangan kantor redaksi majalah tersebut yang mengakibatkan 17 orang meninggal beberapa waktu sebelumnya. (sp/rol)