KPK : Memberi Uang Terima Kasih Kepada Penghulu Bisa Dijerat Tersangka Korupsi


JAKARTA – Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono menyatakan bahwa pemberian uang kepada penghulu pernikahan merupakan tindak pidana korupsi. Karenanya jika hal itu dilakukan maka bisa diproses secara hukum.


“Jadi kalau ada yang mau ngasih penghulu di pernikahan-pernikahan, laporkan. Itu pidana. Dan itu langsung bisa diproses secara hukum,” kata Giri di KPK, Jakarta, Rabu (14/1)

Seperti kita ketahui selama ini sudah menjadi umum masyarakat yang menggelar acara akad nikah di rumah memberi ucapan terima kasih berupa uang kepada penghulu yang datang ke rumah mempelai untuk melaksanakan proses akad nikah.

Aturan terbaru akad nikah bahwa akad nikah yang diselenggarakan di Kantor KUA tidak dikenakan biaya atau gratis sedangkan akad nikah yang digelar di luar kantor KUA dikenakan biaya sebesar 600 ribu rupiah dan disetorkan ke kas negara melalui rekening bank.


Menurut Giri, penghulu sudah mendapatkan honor dan uang transpor yang luar biasa besar sekarang. Hal ini berbeda dengan zaman dahulu.


Karena sudah mendapatkan honor dan uang transpor yang besar, kata Giri, penghulu tidak boleh lagi menerima uang ‘terima kasih’. Sebab, hal itu termasuk bentuk gratifikasi.


“Tidak boleh lagi ada penghulu di mana pun dengan alasan apapun menerima itu (uang). Karena itu gratifikasi terkait jabatan yang bisa dianggap suap dan itu pidana,” tandas Giri.(jpnn/sp)