Keistimewaan Seorang Ibu

Sahabat mulia, teristimewa para Ibu yang kemuliaannya tiga derajat di atas seorang Ayah…sudahkah amanah agung ini tertunaikan?

Ibu…!
Madrasah agung
Tempat segala tanya tentang semesta
dan Penciptanya diucapkan
Dengan bahasa paling akrab
Harapan paling memuncak
Keingintahuan paling dalam

Ibu…!
Dermaga pengaduan paling luas
saat mereka rasa teraniaya
Belai paling menentramkan
saat mereka gelisah
Dekapan paling aman
saat mereka takut

Ibu…!
Perpustakaan paling lengkap
Kelas paling nyaman
Lapangan paling lapang
Tak kan tergantikan oleh gedung-gedung
Tak bernyawa itu…

Ibumu…
Ibumu…
Ibumu…
Ayahmu…
Sabda sang Nabi memuliakanmu!

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻘَﺎﻝَ :ﻳَﺎﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﻖُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺤُﺴْﻦِ ﺻَﺤَﺎﺑَﺘِﻲ؟ ﻗَﺎﻝَ ﺃُﻣُّﻚَ، ﻗَﺎﻝَﺛُﻢَّ ﻣَﻦْ؟ ﻗَﺎﻝَ ﺃُﻣُّﻚَ، ﻗَﺎﻝَ ﺛُﻢَّ ﻣَﻦْ؟ ﻗَﺎﻝَ ﺃُﻣُّﻚَ، ﻗَﺎﻝَ ﺛُﻢَّ ﻣَﻦْ، ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮْﻙَ

Dari Abu Hurairah : “Seseorang datang kepada Rasulullah ‘alaihissalam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapa kah aku harus berbakti pertama kali?’. Beliau menjawab, ‘Ibumu!’. Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’.Ia bertanya kem bali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menja-wab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi men-jawab, ‘Kemudian ayahmu.’”
(HR. Bukhari & Muslim)

Ustadz Fathurrahman Kamal

(sangpencerah.id)