Ironis, Mahasiswa UMY Kok Malah Tolak Kontribusi Muktamar Muhammadiyah

Jogjakarta – Ironi, Puluhan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan aksi demo untuk menolak SK Rektor UMY yang isinya mengharuskan mahasiswa membayar kontribusi sebesar 75 ribu untuk pembiayaan Muktamar Muhammadiyah.

Koordinator aksi tsb. Prayoga, sempat mendapat ancaman di group bbm. Mereka sempat takut melakukan aksi tsb. “Kami tadi sempat diancam mau di-DO, memang tidak ada ancaman resmi yang keluar, tapi kami sempat takut jadi ragu mau aksi atau enggak” ungkapnya. Meski diancam dia dan teman-temannya nekat melakukan aksi tersebut, berharap SK rektor UMY tersebut dicabut


Sebelumnya juga sempat beredar broadcast massage di blackberry messanger, ajakan untuk untuk turun aksi.
“Mengundang seluruh mahasiswa/i UMY untuk turun aksi Damai dengan tema “Menolak Kapitalisme Pendidikan di UMY” pada hari Jum’at 30 Januari 2015 Pukul 08.00 kumpul di Pendopo Kantin Selatan. Ditunggu partisipasinya yg berkaitan dengan dana muktamar serta pelayanan kampus. Salam Mahasiswa !!! SBC kpada Mahasiswa UMY ! menggunakan almamater UMY.
Assalamualaikum wr wb
Berikut media yang akan meliput langsung besok aksi damai mahasiswa UMY yang menolak kapitalisasi pendidikan di UMY, Untuk itu diharapkan kehadiran semua mahasiswa besok pagi Jumat 30 Januari 2015 di Kantin Pendopo UMY Jam 08.00 WIB, Aksi dimulai dari Fakultas masing-masing dan berkumpul di depan AR.B untuk menyampaikan orasi.
Kompas, MBK, The Jakarta Post, Tempo, Harian Jogja, Radar jogja, Detik.com, Koran Sindo , Okezone, KR, Tribun Jogja, Republika, TVRI YK, Trans TV, Indoesiar, RCTI, SCTV, TV One, Metro TV, Adi TV Mari sama-sama turun tangan suarakan SUARA MAHASISWA UMY (SM_UMY)
Rektorat dimintai konfirmasi mengenai hal ini pada Jumat (23/1), mereka mengakui memang ada penarikan dana Muktamar Muhammadiyah untuk semester genap 2014/2015. Mereka juga telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Rektor UMY langsung mengenai penarikan dana tersebut. “Iya, memang ada penarikan dana untuk Muktamar Muhammadiyah yang akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada Agustus 2015 nanti. Tetapi tidak hanya mahasiswa saja yang membayar itu, dosen dan karyawan juga malah lebih dari itu,” kata Dedi Haryono, salah satu pegawai Rektorat.

Pesan KH AR Fachruddin untuk para Mahasiswa
“Apakah saudara-saudara memahami, bahwa Muhammadiyah itu adalah suatu persyarikatan yang mempunyai tujuan hendak menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan dirirhoi Allah dinegara Republik Indonesia berdasar Pancasila?

Ataukah saudara-saudara memasuki Perguruan Tinggi Muhammadiyah, hanya sekedar memperoleh ijazah yang mungkin dengan ijazah itu saudara-saudara dapat mencari pekerjaan, sedangkan saudara-saudara tidak memperdulikan dan tidak usah memikirkan tentang apa yang menjadi maksud dan tujuan Muhammadiyah?


Saudara-saudara para Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang berbahagia, cobalah bagaimana jawaban saudara-saudara terhadap pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan ini. Tolong jawablah dengan pemikiran saudara-saudara secara benar-benar dan secara tulus ikhlas. Mudah-mudahan  jawaban saudara akan memberikan faedah yang positif bagi Muhammadiyah.” (Sumber: buku “Memelihara Ruh Muhammadiyah” yang ditulis oleh KH AR Fachruddin). (saif/sp)


Foto terkait: