Hanum Salsabila Rais Kritisi Film Komedi “Hijab” Hanung Bramantyo

“Udah siap semuanya? Kenapa kalian berhijab? Gue pakai jilbab, karena kejebak!” 

Elo-elo merasa fuck up gak sih hidup dibawah bayangan suami, nggak punya penghasilan sendiri?apa-apa selalu nunggu suami ngasih jatah bulanan?” Kalau gitu kita harus usaha yang bikin kita punya penghasilan sendiri? Usaha apaan yang kayak gitu? Kita jualan hijab online!”

“Perempuan tidak boleh tergantung sama laki-laki. Kalau perlu perempuan harus seperti laki-laki”


Itulab beberapa cuplikan adegan dalam film “Hijab” garapan sutradara Hanung Bramantyo. Film yang direlease pada 15 Januari kemarin menuai komentar dan kritikan tajam dari Hanum Salsabila Rais. Penulis ‘Novel 99 Cahaya Dilangit Eropa’ tsb melalui akun facebooknya menceritakan perasaannya saat menonton film “Hijab” bersama suaminya Rangga Al-Mahendra.


“Oke, tadinya mau nonton film barat ga jadi. Mungkin ini film yang cukup menyentuh judulnya Hijab. But I was wrong. Suami saya keluar setelah nonton 30 menit. Saya bertahan, menghargai yang kasih tiket.” ujarnya

“#Review. Bagaimana mungkin yah, judulnya ‘Hijab’ tetapi menyatiri, mengkomikalisasi orang berkerudung jika tak boleh mengatakan menyinyiri orang2 yang memakai hijab sebagai transformasi keterpaksaan, pemaksaan kehendak suami, atau sekedar fashion trend, dan mengelak dari realita bahwa sebagian besar orang berjilbab karena keteguhan hati akan perintah agama bukan yang lain. Belum lagi, rakitan-rakitan adegan yang menunjukkan kemunafikan orang mengaku Islam begitu ditonjolkan disini, tanpa memberi ruang pada 99 persen muslim kebalikannya” tulisnya.

“Film ini, (yang akhirnya saya baru tahu ya elah sutradaranya orang JIL) pada akhirnya hanya ingin meneguhkan kembali ‘I am a muslim, but I hate Islam, I just want to capitalize Islam for making money’. Bukan film yang rekomen ditonton, kecuali Anda ingin membuat hater Islam semakin kaya raya. I tested my dignity if I am really a muslim, and I had reacted nothing (not even a smile), but offended. If only I could get my 1,5 hour back in life and exchange with my initial plan to see Women in Black:D. For mbak-mbak yang kasi tiket: Yes you did buy wrong tickets :D” pungkasnya.

Sementara itu Hanung Bramanto merasa kecewa karena jumlah penonton film ‘Hijab”  tak seperti harapannya. “Tentu saja kalau kecewa ya pasti kecewalah, tapi mau bagaimana. Mau kecewa sama siapa, dan saya terus terang sedih demikian susahnya menarik penonton dengan tema yang belum mereka ketahui. Apalagi mereka juga underestimate dan terkunci dengan judul filmnya,” ujarnya.

Hanung sendiri belum menyerah. Dalam waktu tersisa, dia akan memanfaatkan segala upaya agar film yang ditayangkan sejak 15 Januari itu makin dibanjiri penonton.

“Tapi walaupun begitu saya sangat bersyukur karena sampai sekarang ada signifikan kenaikan walaupun sedikit-sedikit dari 4 ribu penonton sampai hari Senin sudah mencapai 13 ribu penonton. Makanya kita sekarang lagi genjot promonya, ternyata lebih gampang buat film daripada memarketkan film,” terangnya.(sp)