Hakikat Saling Mencintai Karena Allah

oleh : Gonda Yumitro, S.IP, MA
Seorang mukmin, tidak akan memaknai cintai dalam artian sempit. Namun ia akan menautkan rasa cintanya karena Allah. Cinta seperti inilah yang dulu dimiliki oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam kepada para istri dan sahabatnya.
Ketika pernah ditanyakan kepada beliau sholallahu ‘alaihi wasalam,
من أحب الناس إليك؟ بقوله: عائشة. قال له عمرو رضي الله عنه : فمِن الرجال؟ قال:أبوها
Siapakan yang paling engkau cintai dari manusia?, maka beliau menjawab A’isyah. Kemudian berkata Amr radiyallahu ‘anhu, jika dari kalangan laki-laki?, maka beliau berkata bapaknya (Abu Bakr Assiddiq radiyallahu ‘anhu).
Bahkan dalam hadits yang lain Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا مِنْ أُمَّتِي لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ
Jika aku mengambil kekasih dari umatku, maka akan kuambil Abu Bakr
Atau suatu hari, pernah rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam memegang tangan Muadz bin Jabal, kemudian beliau berkata,
يا معاذ والله إني لأحبك. فقال له معاذ يا رسول الله وأنا والله أحبك. قال: أوصيك يا معاذ لا تدعن في دبر كل صلاة أن تقول: اللهم أعني على ذكرك، وشكرك، وحسن عبادتك
Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu, maka Muadz berkata, wahai rasulullah, dan aku pun demi Allah mencintaimu. Maka rasulullah berkata, Aku wasiatkan kepada engkau wahai Muadz, jangan tinggalkan doa di akhir sholatmu, Ya Allah aku mohon pertolongan untuk selalu mengingat-Mu, untuk selalu bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.
Demikian indahnya persaudaraan yang dibangun oleh rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam kepada para sahabatnya.
Maka sebagai pengikut beliau, perlu kiranya kita merenungkan kembali ucapan beliau sholallahu’alaihi wasalam,
إذا أحب الرجل أخاه فليخبره أنه يحبه
Jika seseorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengabarkan bahwa ia mencintainya.
Dulu ada salah seorang sahabat bersama rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam, kemudian ia mengatakan, sungguh aku mencintai saudaraku ini. Kemudian rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bertanya, sudahkan engkau sampaikan kepadanya?. Orang ini pun mengatakan belum, maka rasulullah mengatakan sampaikan padanya.
فلحقه فقال: إني أحبك في الله. فقال: أحبَّك الذي أحببتني فيه
Sahabat tadi pun menemuinya kemudian mengatakan aku mencintaimu karena Allah. Maka berkata saudaranya, semoga engkau dicintai Dzat yang menyebabkan engkau mencintaiku karena-Nya.
Dan sungguh saling mencintai karena Allah akan mendatangkan kecintaan Allah kepada kita. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
«أن رجلا زار أخا له في قرية أخرى، فأرصد الله على مدرجته ملكا، فلما أتى عليه قال: أين تريد؟ قال: أريد أخا لي في هذه القرية. قال: هل لك عليه من نعمة تربها؟ قال: لا، غير أني أحبه في الله. قال: فإني رسول الله إليك: إن الله قد أحبك كما أحببته فيه
Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya yang berada di kampung yang lain. Kemudian Allah mengutus kepadanya malaikat yang setelah datang kemudian bertanya. Kemana engkau hendak pergi? Maka ia berkata saya aku ingin menjenguk saudaraku di kampung ini. Malaikat pun bertanya, adakah engkau mengharapkan sesuatu darinya sehingga engkau mengunjunginya?. Ia menjawab, tidak, kecuali karena Aku mencintainya karena Allah. Malaikat pun berkata, sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu (untuk mengabarkan) bahwa Allah telah mencintai engkau seperti engkau mencintainya karena Allah.
Selain itu, saling mencintai karena Allah menunjukkan kebenaran iman kita, karena rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam pernah bersabda,
أوثق عرى الإيمان: الحب في الله والبغض في الله
Tali keimanan yang paling kuat adalah saling mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.
Atau dalam hadits yang lain beliau sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار
Tiga hal siapa yang mempunyainya maka ia akan merasakan manisnya keimanan. Ia mencintai Allah dan rasul lebih dari keduanya, ia mencintai seseorang tidaklah cintanya itu kecuali karena Allah, dan ia membenci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api (neraka).
Orang yang saling mencintai karena Allah juga akan mendapatkan naungan dari Allah dimana pada hari itu tidak ada lagi naungan kecuali naungan dari Allah ta’ala. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
إن الله تعالى يقول يوم القيامة: أين المتحابون بجلالي؟ اليوم أظلهم في ظلي يوم لا ظل إلا ظلي
Sesungguhnya Allah ta’ala akan berfirman pada hari kiamat. Mana mereka yang saling mencintai karena Aku? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.
Dan tentu artinya dengan naungan ini, mereka yang saling mencintai karena Allah akan dimasukkan ke dalam sorga yang mulia. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda,
والذي نفسي بيده، لا تدخلوا الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم
Demi Dzat yang aku berada dalam genggamannya. Tidak akan masuk sorga sampai kalian beriman, dan tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maka maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu melakukannya maka kalian akan saling mencintai?Tebarkanlah salam di antara kalian.
Subhanallah, demikian gambaran besarnya keutamaan bagi mereka yang saling mencintai karena Allah, di samping berbagai hadits lainnya. Oleh karena itu, kita berharap dan berdoa, meskipun sebagian mungkin belum sempat bertemu muka, semoga hati kita saling terikat dan mencintai karena Allah ta’ala. Aamin. إني أحبكم في الله