Gubernur Aceh Diharap Segera Keluarkan Pergub Pemurtadan

BANDA ACEH – Adanya upaya permurtadan membuat geram wakil rakyat di
Aceh. Serambi Mekkah itu dinilai membutuhkan peraturan gubernur (pergub)
sebagai upaya antisipasi pemurtadan dan pendangkalan akidah.

“Kami
berharap gubernur segera mengeluarkan pergub sambil menunggu
diterbitkannya qanun sebagai aturan hukum untuk mengantisipasi agar
tidak ada pihak yang melakukan kegiatan pemurtadan dan pendangkalan
akidah,” kata Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk
Ghufran Zainal Abidin, di Banda Aceh, Rabu (28/1).

Hal itu
disampaikan di sela-sela meninjau pasangan suami istri yang membagikan
buku dan brosur ajaran agama tertentu sebagai upaya pemurtadan terhadap
umat Islam di Aceh.

Pasangan suami istri berinisial RS dan WM
tersebut saat ini ditahan di Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh. RS
berasal dari Provinsi Sumatra Utara dan WM dari Semarang. Kedua pasangan
suami istri itu ditangkap pihak kepolisian Polres Aceh Besar.
 

Aceh saat ini bisa dikatakan siaga satu untuk pendangkalan akidah dan pemurtadan yang sengaja dilakukan pihak yang memiliki jaringan luas secara internasional.
 
“Tertangkapnya pasangan suami istri yang menyebarkan buku dan brosur
tentang ajaran agama tertentu itu menunjukkan mereka terus melakukan
upaya pemurtadan dan pendangkalan akidah. Aceh merupakan provinsi yang
mayoritas penduduknya merupakan Muslim,” ujar Ghufran.

Terkait
dengan qanun, ia menjelaskan bahwa legislative, khususnya Komisi VII
DPRA, akan berupaya bisa melahirkan aturan hukum guna mengantisipasi
upaya-upaya pemurtadan dan pendangkalan akidah itu.

“Kami akan mendorong, paling tidak qanun inisiatif Komisi VII bisa segera diajukan sehingga dapat disahkan pada 2015,” katanya.

Ghufran
juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dan terus
mewaspadai terhadap kegiatan yang menyimpang dilakukan pihak-pihak
tertentu yang memiliki tujuan pemurtadan atau pendangkalan akidah umat
Islam.

“Seluruh elemen masyarakat agar dapat mengantisipasi jika
di lingkungan atau desanya ada kegiatan yang mencurigakan, segera
laporkan kepada petugas kepolisian terdekat dan tokoh masyarakat. Itu
perlu, jangan sampai ajaran yang tidak sesuai dengan Islam menyebar di
daerah ini,” ujarnya menjelaskan. (sp/rol)