Fahmi Salim : Standar Ganda Barat Menyikapi Charlie Hebdo

BOGOR – Program acara tvOne “Damai Indonesiaku” mengadakan acara live di wahana bermain “jungle land” Sentul, Bogor. Acara ini berlangsung mulai pukul 13.00 – 15.30 WIB pada Ahad kemarin (18/1/2015). Narasumber yang mengisi  acara ini adalah Dr.Habib Ahmad Al-Kaff dan Ust.Fahmi Salim, MA. Tema yang diangkat dalam kesempatan ini adalah Hikmah dibalik penghinaan terhadap Rasulullah SAW.
Pada kesempatan pertama, Habib Al-Kaff menyampaikan bahwa jika anak anak kita dihina meskipun anak bandel pasti kita akan marah. Apalagi penghinaan terhadap baginda Rasulullah SAW, Nabi untuk Rahmatan Lil ‘Alamin. Tentunya marahnya harus diekspresikan dengan hal hal positif.
Pada sesi kedua Ustadz Fahmi Salim lebih detail lagi mengupas kasus Charlie Hebdo. Orang Barat menyikapi kasus ini dengan “standar ganda”. Jika ada yang nyerang Negro dibilang rasis, menyerang Yahudi disebut anti semit, menyerang homosex disebut intolerance, menyerang wanita disebut diskriminasi gender, menyerang sekse sesat disebut hate speech. Tetapi saat “Islam dhinakan”, Nabi Muhammad dihina, Kaum Barat seolah diam saja, merasa biasa biasa saja. Itulah standar ganda orientalis Barat. Jika Agama dan Nabi dihina tapi diam saja, tidak merasa marah, maka dipertanyakan keimanan seseorang tersebut.
 
Kita marahnya yang cerdas, proporsional, membalas dengan tindakan cerdas, dengan cara yg baik. Muslim yang menghina Nabi statusnya menjadi murtad. Sedangkan orang kafir dzimmi yang menghina Nabi Statusnya boleh diperangi. Tapi kondisi saat ini memeranginya harus cerdas juga, tidak boleh serampangan. Berikut kurang lebih penjelasan anggota MUI Pusat tersebut. (mch/sangpencerah.id)