Dari Ujung Barat Indonesia, IPM Gelar Aksi Dukung KPK

Aceh – Pasca penetapan tersangka calon Kapolri Komjen Budi Gunawan oleh KPK dan disusul dengan ditangkapnya komisioner KPK Bambang Widjayanto oleh bareskrim Jumat lalu telah menimbulkan polemik bagi rakyat Indonesia. “Pelajar Muhammadiyah sebagai salah satu elemen bangsa merasa prihatin dengan kembali terulangnya kasus yang melibatkan dua institusi penegak hukum di Indonesia yakni perseteruan KPK dan Polri.” ujar Adi Saleh selaku Ketua Umum PW IPM Aceh.
Musyawarah Wilayah PW IPM Aceh telah dilaksanakan pada tanggal 22-24 Januari 2014 di Kota Lhoksumawe, Provinsi Aceh. Turut hadir Muhammad Khoirul Huda Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Acara yang juga dihadiri oleh Walikota Lhoksumawe itu mengagendakan pergantian kepengurusan dan pembahasan program kerja, namun disela itu pelajar Muhammadiyah se-Provinsi Aceh juga mengadakan diskusi yang bertajuk “Pelajar Anti Korupsi” dengan narasumber Pemuda Muhammadiyah dan PP IPM, “Korupsi merupkan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji, karena korupsi anggaran yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastuktur pendidikan, membiayai pelajar dan gaji guru menjadi tidak optimal, begitu pula dengan sektor lainnya sehingga IPM mendukung untuk penegakkan hukum yang tegas bagi koruptor, maka institusi hukum di Indonesia harus kuat, kami mengecam pelemahan terhadap KPK” ujar ketua umum PP IPM tersebut. 
Setelah melakukan diskusi, puluhan pelajar Muhammadiyah langsung melakukan aksi damai yang dilakukan di Jalan Darussalam Kota Lhoksumawe dengan membawa spanduk, bendera dan tulisan untuk mengajak masyarakat agar peduli dan memberikan dukungan moral kepada KPK dan Polri bekerja secara profesional demi kepentingan bangsa dan negara. “Jika KPK dan Polri terus-terusan berseteru lalu kapan bekerja untuk memberantas koruptor di negeri ini” imbuhnya. (huda)

Foto terkait: