Daftar Nama Terpidana Mati Yang Akan Dieksekusi

JAKARTA — Jaksa Agung Prasetyo kembali memerintahkan agar terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi. Menurut dia, gelombang kedua eksekusi akan dilakukan di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. 
Terpidana yang akan dieksekusi terdiri dari enam warga negara asing dan satu warga Indonesia. “Eksekusi berikutnya, terpidana dari Prancis, Australia, Brazil, Ghana, Kordova, Indonesia, dan Filipina,” kata dia, saat di Ge-dung DPR/MPR, Rabu (28/1). 
Sebelumnya, Prasetyo pernah mengumumkan para penerima maut itu. Pada Desember 2014, dia pernah mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengelurkan sembilan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pelaksanaan eksekusi mati bagi 12 terpidana mati di Indonesia.
Isi Keppres tersebut sekaligus menolak memberikan grasi bagi 12 narapidana itu. Berikut nama terpidana mati yang akan dan sudah dieksekusi:
Keppres bernomor, 26/G 2014 untuk Marco Archer Cardoso Moreira warga Brazil (sudah).
Keppres beromor 27/G 2014 untuk Rani Andriani alias Melisa Aprilia warga Indonesia (sudah). 
Keppres 28/G 2014 untuk Syofial alias Iyen bin Azwar warga Indonesia. 
Keppres 29/G 2014 untuk Tran Thi Bich Hanh warga Vietnam (sudah)
Keppres 30/G 2014 diperuntuk-an atas nama Namaona Denis warga Nigeria (sudah). 
Keppres 31/G 2014 untuk Mary Jane Fiesta Veloso warga Filipina.
Keppres 32/G 2014 untuk Myuran Sukumaran alias Mark warga Australia, Harun bin Ajis, dan Sargawi alias Ali bin Sanusi warga Indonesia. 
Keppres 33/G 2014 untuk Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou warga Nigeria dan Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya warga Belanda (sudah). 
Terakhir adalah Keppres bernomor 35/G 2014 untuk Serge Areski Atlaoui warga Prancis. 
Semua yang ditolak grasinya oleh presiden ini terjerat perkara narkoba. Kecuali, Syofial, Sargawi dan Harun. Ketiganya terpidana pembunuhan berencana.
Atas Keppres tersebut, Prasetyo bulat memutuskan untuk mengeksekusi semuanya. Namun, pada 18 Januari 2015, hanya enam terpidana yang dieksekusi. Lima ditembak di Nusa-kambangan, satu lagi di Boyolali, Jawa Tengah. (rol/sp)