Buku Sejarah Muhammadiyah Akan Diluncurkan Saat Muktamar

“Memanfaatkan momentum Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun ini, kami kemudian menggagas rencana penulisan sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Jadi, nanti akan ada buku Sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, serta buku sejarah Muhammadiyah pada masing-masing kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.” (Dr KH Mustari Bosra/Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel)
————
Buku sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan (Sulsel), serta buku sejarah Muhammadiyah pada seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel, rencananya akan diluncurkan saat dilangsungkannya Muktamar ke-47 Muhammadiyah, di Makassar, 3-7 Agustus 2015.
Untuk mewujudkan rencana penerbitan buku tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel telah mengadakan beberapa langkah, diawali dengan sosialiasasi pada berbagai kesempatan.
Selanjutnya dilaksanakan Workshop Penulisan Sejarah dan Profil Muhammadiyah se-Sulsel, dan kemudian diterbitkan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel (Nomor 32/KEP/II.0/D/2014) tentang Tim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
“Tim yang kami bentuk terdiri atas tim penulis tingkat wilayah, dan tim penulis tingkat kabupaten dan kota se-Sulsel,” kata Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel Dr KH Mustari Bosra, bersama Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi, Asnawin, di Makassar, Ahad, 25 Januari 2015.
Tim penulis, kata pakar sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM), sudah lama mencari dan mengumpulkan informasi dan dokumen tertulis tentang sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Mustari mengatakan, sudah banyak bahan yang terkumpul, bahkan semua daerah sudah pernah membuat sejarah kehadiran dan atau perkembangan Muhammadiyah di daerah masing-masing, tetapi bentuknya bermacam-macam dan umumnya belum lengkap.
“Memanfaatkan momentum Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun ini, kami kemudian menggagas rencana penulisan sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Jadi, nanti akan ada buku Sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, serta buku sejarah Muhammadiyah pada masing-masing kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan bekerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel, pernah menerbitkan buku sejarah Muhammadiyah pada seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel yang dibagi-bagikan kepada peserta Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Wajo, Sulawesi Selatan, tahun 1990. (Foto: Asnawin)
———
Tim Penulis
Dalam Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel tentang Penetapan Tim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, struktur tim berada di bawah pengarah Dr KH Alwi Uddin MAg, Prof Rasyid Asba MA, dan Drs KH Mawardi Pewangi MPdI.
Selanjutnya, tim penulis diketuai Dr KH Mustari Bosra MA, dibantu beberapa anggota, yaitu Hadi Saputra, Asnawin Aminuddin, Alfan Amin, Muhammad Nursam, Rizal Fauzi, Zulfikar Hafid, dan Kasri Riswadi.
Tim penulis Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar terdiri atas Ilham Hamid (koordinator), Mirajuddin Nurdin, Muhammad Fahmi Jalaluddin, dan Imam Masrudi Ahmad.
Tim Penulis PDM Gowa terdiri atas Irwas Abdullah (koordinator) Muchtar Suma, Zainuddin Tika, Muhammad asri, Ruli Irawan, Amiruddin Syam, dan Basri Mattayang.
Tim penulis PDM Maros terdiri atas M Shalahuddin (koordinator), Satria, Muhammad Hakil, dan Radiatunnisa Nasaruddin.
Tim penulis PDM Pangkep terdiri atas Amiruddin Muhkamat (koordinator), Muzakkir, dan Silmi Djafar.
Tim penulis PDM Enrekang terdiri atas Kamaruddin Sita (koordinator), Agus Sallangang, dan Saidang.
Tim penulis PDM Tana Toraja terdiri atas Muchsin Hamid (koordinator), Herman Tahir, dan Nuraeni B.
Tim penulis PDM Bone hanya satu orang yaitu Muhammad Darwis.
Tim penulis PDM Parepare terdiri atas H Sawaty Lambe (koordinator), Hisbullah, dan Muhammad Yamin.
Tim penulis PDM Sidrap terdiri atas H Tajuddin Posi (koordinator), Madaling, dan Dr Jamaluddin MSi.
Tim penulis PDM Pinrang terdiri atas Andi Syamiluddin (koordinator), Munir Amir, dan Muhammad Rusni Husain.
Tim penulis PDM Wajo terdiri atas Selviedi (koordinator), Alimuddin, dan Muzakkir.
Tim penulis PDM Luwu Utara terdiri atas H Burhan Kadir (koordinator), Muslimin M, dan L Akbar.
Tim penulis PDM Palopo terdiri atas Hadi Fajrianti (koordinator), Hasbi Munarka, dan Taslim.
Tim penulis PDM Jeneponto terdiri atas H Malikul Hakkul Mubin (koordinator), Muhammad Arsyad, dan Salihuddin.
Tim penulis PDM Bantaeng terdiri atas Agusliadi (koordinator), Kasmawati, dan Muhammad Ramli.
Tim penulis PDM Bulukumba terdiri atas M Nasrun (koordinator), Syamsul Bakir Hamid, Hardiwan, dan H Zainuddin.
Tim penulis PDM Barru terdiri atas H Andi Abdul Djalil Futy (koordinator), Arham Djauharuddin, dan Syamsuriadi.
Tim penulis PDM Luwu terdiri atas M Yamin Kibe (koordinator), Suardi, dan M Anwar.
Tim penulis PDM Soppeng terdiri atas H Kasniady (koordinator), H Muhammad Naim, H Amir Hasan, Muhammad Arsyad, Arafah, Irwan, Biharuddin, Burhanuddin, dan A Rudianto.
Tim penulis PDM Sinjai terdiri atas Rahmatullah Harum (koordinator), Agus Salim Yunus, Amiruddin, Muslim, dan M Amis.
“Tim penulis PDM diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, dan seluruh anggota tim yang di-SK-kan agar melaksanakan tugas sebagai amanah dan ibadah kepada Allah SWT,” kata Mustari Bosra. (sumber: muktamarmuhammadiyah2015)