Buku dan CD Berisi Pemurtadan Beredar di Pidie

SIGLI – Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Drs Tgk Mukhtar Ahmad,
menegaskan, buku dan Compac Disc (CD) berisi pemurtadan dan pendangkalan
akidah, kini beredar di daerah tersebut. Hal itu dibuktikan seiring
ditemukannya tiga buku, satu CD dan selebaran lainnya yang diletakkan di
warung-warung kopi.
“Buku dan CD bersisi kegiatan kristenisasi itu sasarannya lokasi
keramaian, seperti warung kopi dan tempat yang ramai dikunjungi warga
lainnya,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Tgk Mukhtar Ahmad,
menjawab Serambi, Senin (26/1) di ruang kerjanya.
Kata Mukhtar, dengan ditemukannya buku dan CD memberikan sinyal,
bahwa misi pendangkalan akidah di Pidie sudah sangat mengkhawatirkan.
Polisi sebagai aparat penegak hukum harus mengawal ketat beredarnya buku
berisi pedangkalan akidah dan pemurtadan. Buku tersebut yang kini
beredar di tengah masyarakat harus disita pihak kepolisian dan
dimusnahkan. Kecuali itu, kata Mukhtar, orang tua harus memiliki
tanggung jawab penuh untuk mengarahkan anak mereka kepada pendidikan
agama, ketauhidan dan penguatan akidah akhlaq yang dimulainya dari rumah
sejak dini.
“Sekarang ini orang tua lebih banyak menghabiskan waktunya nonton
tivi di rumah dan warung-warung kopi. Sementara anaknya luput dari
bimbingan agama,” kata mantan Kepala Perpustakaan dan Asrip Pidie itu.
Kata Mukhtar, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) selaku lembaga
menjalankan program kristenisasi di Aceh yang pernah digerebek warga
beberapa minggu lalu di Desa Lamgapang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda
Aceh, kini sedang menjalankan misinya di Pidie.

Katanya, kini Dinas Syariat Islam sedang menyelidiki keberadaan
Gafatar tersebut. Kepada aparatur desa, diharapkan, jika ada kegiatan
yang mencurigakan harus segera diperiksa dan laporkan ke MPU jika
terbukti. “Aparat desa harus sigap, jika ada kelompok mencurigakan
segera laporkan ke MPU dan jangan sampai warga sempat bereaksi,” katanya. (sp/serambiindonesia)