Ada Mafia Kuburan di Jakarta


Jakarta – Seiringnya bertambahnya jumlah penduduk di Jakarta membuat Pemprov DKI Jakarta kehabisan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), seperti halnya di Jakarta Timur. Tak ayal ada sebagian oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan hal itu.

Mafia Kuburan menjadikan proyek di tengah kondisi duka cita keluarga yang ditinggalkan.Tak ayal, untuk mendapatkan lahan seluas 2×1 meter itu, para ahli waris harus membayar Rp 1,5 juta agar kerabatnya dapat dikebumikan seperti cerita Hasbi warga Ciracas.

“Sudah rahasia umum kalau memang mau memakamkan di TPU kita harus keluarkan uang Rp 1,5 juta kalau nggak bayar ya nggak dapat lahan,” keluh Hasbi yang berbagi pengalaman pahitnya, Senin (19/1/2015).

Sebenarnya Pemprov DKI Jakarta tidak menarik uang sepeser pun kecuali biaya retribusi sebesar Rp 100.000/3 tahun. Namun fakta itu tak dirasakan oleh Hasbi.

“Petugas bilang kalau kawasannya sudah tidak ada tempat, tetapi mereka bilang bisa menyiapkan lahan kalau keluarga bayar Rp 1,5 juta. Kalau kemarin sih kami mikirnya ya bayar saja dari pada jenazahnya nggak dikubur malah jadi repot,” tuturnya.

Tak hanya harus membayar uang sebesar Rp 1,5 juta. Pengelola TPU Ciracas juga membebankan bermacam persyaratan dimana per tahunnya harus membayar Rp 150 ribu.

“Mereka mengancam, kalau nggak diperpanjang ya kuburannya akan ditiban. Alasannya nggak diurus. Selain itu mereka juga melarang kalau kita bikin batu nisan dari keramik kemudian memberi rumput semua harus melalui petugas TPU dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1,5 juta,” keluh Hasbi
Saat dikonfirmasi ke Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur, Mimi Rahmiati mengaku geram adanya pungli di TPU. Pasalnya pihaknya tidak pernah meminta speser uang untuk proses penguburan.

“Saya akan langsung tindak, semuanya tidak benar. Itu tidak bisa dibiarkan,” kata Mimi.

Dipaparkan Mimi, untuk biaya retribusi pemakaman, Pemprov DKI membaginya dalam beberapa kelas. Masing-masing kelas memiliki biaya retribusi sendiri dan itu tidak mencapai jutaan.

“Paling mahal untuk AA 1, dengan biaya Rp 100 ribu, kelas AA 2, biaya Rp 80 ribu, selajutnya kelas A 1, yang ditarik dengan biaya Rp 60 ribu, serta kelas A2, dengan membayar Rp 40 ribu. Ada juga kelas A 3, yang gratis. Namun harus menunjukan surat miskin yang menyatakan bahwa keluarga tersebut tidak mampu. Dan itu pun baru dilakukan di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat,” paparnya.

Penjelasan Mimi memang sesuai dengan Pasal 111 dari Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2006 tentang tarif retribusi pelayanan pemakaman. Dalam Perda tersebut disebutkan nilai retribusi yang disebutkan Mimi itu untuk sewa tanah makam dalam jangka waktu 3 tahun.(detik/sp)