Uskup Gereja Inggris: Ada Bacaan Al Qur’an dalam Penobatan Pangeran Charles

Uskup senior gereja Inggris berencana memasukan agenda membaca Alquran
dalam acara penobatan Pangeran Charles. Oleh kalangan konservatif, ide
itu dianggap sebagai krisis kepercayaan Gereja Inggris.

Uskup
Lord Harries of Pentregarth mengatakan, hanya dengan cara itu umat
Kristiani di Inggris dapat melalui peristiwa bersejarah dengan cara yang
ramah.  “Ini adalah tindakan brilian yang membuat umat Islam menjadi
bagian dari Inggris,” kata Lord Harries, seperti dilansir Dailymail,
Ahad (30/11/2014).

Sebelumnya, saran ini sudah pernah dikemukakan
lebih dari 20 tahun lalu ketika Pangeran Charles menyatakan ingin
menjadi pembela iman ketimbang bagian dari pembela iman. Saat itu,
Pangeran juga mengatakan mata pelajaran Islam dan agama lainnya sama
pentingnya dengan Anglikan.

“Pangeran juga menginginkan penobatannya bernuansa multi agama ketimbang penobatan ibunya dahulu pada tahun 1953,” kata dia.

Secara
terpisah,  Andrea Minichiello Williams, Kepala Pembela Hak Kristen
Inggris mengatakan, nilai-nilai Inggris berasal dari warisan Kristen.
“Kita tidak bisa berpura-pura semua agama adalah sama atau memiliki
sumbangsih yang sama bagi bangsa,” kata dia.

Douglas Murray,
associate editor Spectator, mengatakan jika umat Islam termasuk dalam
layanan penobatan, harus ada ruang untuk bagi umat Hindu, Sikh, dan
ateis. “Jika ada menjadi bacaan dari Alquran di penobatan, demi masalah
timbal balik, semua masjid di Inggris harus memiliki doa untuk Raja dan
Angkatan Bersenjata setiap shalat Jumat,” kata dia.(sp/rol)