Sekitar 3 Ribu Warga Israel Paksa Masuk Masjid Al Aqsa

Satu
LSM Palestina Kamis mengatakan hampir 3.000 orang Israel memaksa masuk
ke kompleks Masjid Al Aqsa Palestina, Yerusalem Timur, dalam dua bulan
terakhir di tengah bentrokan yang sedang berlangsung antara kedua pihak,
kata laporan Kantor Berita Anadolu.
“Sebanyak
2.708 warga Israel, sebagian besar pemukim yahudi, menyerbu kompleks
Al-Aqsa pada Oktober dan November,” kata kantor berita itu, mengutip
pernyataan Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan.
Menurut
Lembaga Swadaya Masyaraakat itu, pada Oktober saja 1.411 pemukim
Yahudi, 104 tentara Israel dan 83 agen intelijen menyerbu situs Al Aqsa.
Sedangkan pada November 1081 pemukim Yahudi, 104 tentara dan 22 perwira
intelijen Israel memaksa masuk ke kompleks suci bagi umat Islam
tersebut.
Berdasarkan
undang-undang status quo di Temple Mount, umat Muslim mempertahankan
otonomi kompleks itu, sementara memungkinkan orang-orang yahudi untuk
mengunjungi pada saat-saat tertentu saja.
Namun,
salah satu alasan bentrokan diperkuat antara orang Arab dan yahudi,
termasuk kerusuhan-kerusuhan dan serangan-serangan teror, adalah dugaan
niat Israel mempertimbangkan kembali status quo atas Temple Mount
mendukung kaum yahudi itu.
Polisi
Israel telah menyita sebuah wadah kemasan senjata ringan menuju
Yerusalem Timur yang datang ke kota Ashdod dengan cara Cina. Polisi
membongkar wadah itu penuh senjata untuk dibawa ke Kompleks Masjid Al
Aqsa, Yerusalem Timur.
Masjid
Al Aqsa terletak bersanding dengan situs agama yahudi Temple Mount di
Kota Tua Yerusalem, yang dianggap situs Islam tersuci ketiga setelah
Mekkah dan Madinah. Palestina berusaha membentuk sebuah negara merdeka
di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang sebagian diduduki
oleh Israel.
Pada
Oktober, Palestina bekerja di luar rancangan resolusi Dewan Keamanan
PBB yang mendefinisikan batas waktu yang ketat bagi Israel untuk
mengakhiri pendudukannya dan menghapus permukiman yahudi yang dibangun
di tanah Arab sebelum November 2016. (sp/rol)