Sebuah Renungan di Hari Ibu

 oleh : Firman Amri Sahrudin
Sebuah Renungan di Hari Ibu, 22 Desember 2014
Longsornya Bukit di Banjarnegara mengingatkan Kita, betapa besar pengorbanan seorang ibu melindungi buah cintanya.
Musibah ini menjadi saksi, “Seorang Ibu ditemukan meninggal sebagai
syuhada sedang memeluk anaknya terkubur didalam lumpur. Jangan pernah
kecewakan Ibu Kita, Buatlah Ibu kita menangis bahagia karena kitalah
alasannya.
Sebuah Puisi untuk Kita Renungkan…
‘”Maafkan Saya ibu “
Suratan-mu tuhan…
Atas takdir seorang ibu
Yang memiliki kandungan ku tuk sembilan bulan
Yang melahirkan ku dengan derita
Nyawanya ia pertaruhkan
Untuk saya yang lemah tidak berdaya
Maaf ibu…
Bila cuma tangis yang bisa kuberikan untukmu
Saat pertama kali, kau perlihatkan saya dunia
Maaf ibu…
Bila kau mesti terbangun di kegelapan malam
Dikarenakan saya yang merengek kehausan
Maafkan saya ibu…
Anakmu ini, yang cuma dapat mengadu serta meminta
Serta kau senantiasa berikan tanpa menginginkan imbalan jasa
Tuhan…
Dosakah diriku ini…
Yang senantiasa merepotkan ibu
Wanita bijaksana yang membesarkanku
Mengajariku perihal makna kehidupan
Serta ibu yang selalu menjagaku tanpa lelah
Serta takkan dulu menyerah