Presiden Jokowi Luncurkan Program 5.000 Doktor Muslim

Jakarta: Presiden Joko Widodo meluncurkan Program 5.000 Doktor Muslim di Istana Negara. Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, sejumlah rektor, dan guru besar universitas Islam.

Jokowi bercerita, setiap kali bertemu dengan pimpinan negara-negara dunia, dirinya selalu berkata Islam dan demokrasi di Indonesia berjalan layaknya rel kereta. Indonesia menggunakan pendekatan keagamaan dan kultural untuk mencegah terorisme.

“Itu yang menjadi modal kita. Seperti apa pendekatan keagamaan itu? Tanyakanlah pada intelektual Muslim kami, kiai-kiai kami, dan ormas Islam kami,” kata Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jumat (19/12/2014).

Jokowi mengatakan, deradikalisasi bisa dicegah lewat pendidikan Islam dan pendekatan keagamaan. Nah, dia mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap, Program 5.000 Doktor Muslim bisa mencetak intelektual Muslim yang bisa menjadi garda terdepan pencegahan terorisme di Indonesia.

“Saya kira inilah fungsi-fungsi pendidikan Islam dalam rangka memenuhi kebutuhan negara. Saya juga lihat banyak sekolah madrasah unggul, tidak kalah dengan sekolah umum. Ini patut kita syukuri,” tutur presiden penyuka musik cadas ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin menambahkan, Program 5.000 Doktor Muslim akan dijalankan bertahap. Tiap tahun, Kemenag akan memberikan beasiswa pada 1.000 doktor untuk menuntut ilmu di berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dalam lima tahun Indonesia akan memiliki 5.000 doktor Muslim yang akan mengambil peran sebagai perekat keutuhan NKRI,” tambah dia. (sp/metrotv)