Pesan Buya Risman Kepada Generasi Muda Muhammadiyah

Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sebagai visi ideal Muhammadiyah paling tidak memiliki tiga ciri utama: aqidah yang benar, ibadah yang benar, dan pelaksanaan syariat Islam yang benar. Karena tidak mungkin terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya jika aqidah para pemimpinnya umat dan bangsanya tidak benar. Bagaimana mungkin terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya jika kita hidup di sebuah negara di mana peran agama semakin dimarjinalkan, para dai dan mujahid dakwah dicurigai sebagai teroris, syariat Islam semakin tidak mendapat tempat, partai-partai Islam yang diharapkan untuk memperjuangkan lahir-lahirnya UU yang berpihak kepada Islam semakin tidak mendapat kepercayaan dari umat akibat prilaku buruk sebagian pemimpinnya, dan terpecah belah karena kepentingan politik internal dan eksternal partai. Hubbuddunya cinta dunia yang berlebih-lebihan, mengejar harta, tahta dan wanita telah membuat semangat jihad para pemimpin kita semakin kurang dan hilang, malah semangat jahat semakin hebat dan dahsyat. 
Buktinya setiap hari pada ketangkap KPK karena korupsi, berfoya-foya di hotel bertingkat dengan hidangan lezat plus hiburan maksiyat. Sudah saatnya muncul Usamah Bin  Zaid dan Umar bin Abdul Aziz yang baru. Generasi harus dipotong, tapi siapa yang akan muncul, jika tokoh-tokoh mudanya juga tidak mau kalah dalam soal korupsi, AU, AM, GT dan sederetan nama lagi tokoh-tokoh muda bangsa yang juga terlibat korupsi. Di internal Muhammadiyah juga kita prihatin, di mana-mana terjadi konflik internal temasuk di tubuh AMM. Terjadi disorientasi di kalangan para pemimpin dan AMM, Muhammadiyah dijadikan batu loncatan. Muhammadiyah bukan lagi wadah untuk beribadah, berjihad dan berkorban, tapi wadah untuk berkelakar,  bertengkar dan bermusuh-musuhan. 
Ada petinggi Muhammadiyah tidak tegur-teguran karena berbeda pandangan politik, banyak pemimpin Muhammadiyah tidak cinta lagi masjid, tidak terkejut mendengarkan azan, dengan senang hati melanjutkan rapat sekalipun azan telah berkumandang. Pada hal Muhammadiyah adalah pengikut setia Nabi Muhammad SAW. Wahai anak-anakku kaum muda Muhammadiyah, di tanganmu sekarang masa depan Islam dan Muhammadiyah. Jika hari ini kalian semua tidak menyiapkan diri dan berjihad untuk Islam dan izzul muslimin, siap-siaplah untuk dihinakan. Ini bukan sebuah pesimisme, tapi tantangan untuk meningkatkan semangat perjuangan dan pengorbanan. Jadilah Usamah bin Zaid, di usia belasan tahun sudah tampil sebagai panglima perang di medan jihad. Jadilah Umar Bin Abdul Aziz, pejabat yang adil dan jujur, di bawah pemerintahannya, dalam tempo tiga  tahun berhasil mengatasi krisis ekonomi, tidak hanya pencitraan tapi kenyataan. Wassalam
Buya Risman, PWM DKI Jakarta