Pemuda Muhammadiyah Mengutuk Aksi Pembakaran Masjid di Swedia


Jogja – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jogjakarta mengutuk aksi pembakaran masjid di Swedia yang terjadi tepat pada perayaan Natal di seluruh dunia. Aksi ini menunjukkan sikap ekstrimisme dan kebencian terhadap agama bisa terjadi di semua tempat termasuk di negara Eropa yang selama ini digadang – gadang sebagai penjaga toleransi dan HAM di Dunia.

“Untuk itu dialog internal maupun antar ummat beragama harus terus diintensifkan agar tidak muncul lagi insiden pembakaran rumah ibadah karena bisa membuat eskalasi ketegangan meluas di berbagai tempat” ujar Ridwan Furqoni Ketua PWPM DIY

Ummat islam di Indonesia tentu sangat menyayangkan insiden tersebut di saat Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam mampu menjaga penyelenggaraan Natal berjalan baik dan aman justru di belahan bumi lainnya ternoda dengan pembakaran masjid yang menyebabkan beberapa jamaah yang sedang menunaikan sholat terluka  sehingga insiden ini bisa dikategorikan tindakan terorisme.

Pemuda Muhammadiyah juga mendesak Kementrian Luar Negri RI untuk mengeluarkan statement resmi terkait aksi pembakaran masjid di Swedia mengingat Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar.

Seperti diberitakan sebelumnya Insiden ini terjadi pada Kamis (25/12/2014) di kota Eskilstuna. Si pembakar yang tengah dicari pihak kepolisian ini menjalankan aksinya saat 15-20 orang muslim tengah menjalan ibadah Salat Zuhur. Akibat insiden ini setidaknya lima orang mengalami luka bakar dan menghirup terlalu banyak asap.


“Seorang saksi melihat seseorang membuang objek melalui jendela bangunan yang berfungsi sebagai masjid. Tidak lama setelah aksi itu kebakaran mulai tersulut di seluruh gedung,” kata Juru Bicara Polisi Eskilstuna, Lars Franzell seperti dilansir BBC.(arief/sp)