Paspampres Pukul Polisi Bukti Parno Keselamatan Presiden

 
Insiden pemukulan yang dilakukan Komandan Grup A Paspampres, Maruli Simanjuntak terhadap Iptu Reza Pahlevi pada saat melakukan pengamanan presiden di Semarang, Jawa Tengah menunjukan sikap paranoid yang tinggi Paspampres.

“Paspampres punya kewajiban dia mengamankan presiden, nanti kalau terjadi apa-apa dengan presiden, Paspampresnya yang ditegur. Paspampres untuk keamanan pribadi presiden jadi siapapun yang bersenjata tidak boleh. Saya rasa polisi harus patuhlah kalau ditegur,” terang pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, Sabtu (6/12/2014).

Bambang menilai, aksi pemukulan Paspampres terhadap anggota Polri di Semarang tersebut dinilai yang salah dan berlebihan.

“Ini bukan peristiwa seperti di Batam, tapi kesalahan dalam rangka penyampaian. Kalau memukul itu terlalu berlebihan. Saya pikir dengan mulut untuk melakukan perintah atau teguran saja itu cukup,” tambahnya.

Cara penyampaian teguran yang salah ini seharusnya tidak boleh terjadi pada saat melakukan pengaman presiden. Bambang menyarankan agar ke depan, Maruli melakukan peneguran secara baik-baik dan juga kepolisian harus legowo jika mendapatkan teguran dari Paspampres yang digawangi TNI tersebut.

“Kalau Paspamres itu tugasnya mengamankan presiden, dia berhak menegur apalagi tahu bahwa itu tindakan yang tidak benar (bawa senjata) jadi harusnya patuh kalau ditegur. Dia harus bertanggung jawab betul itu Paspamres terhadap keamanan presiden,” paparnya.

Guru Besar PTIK ini menyayangkan tindakan sembrono yang dilakukan Paspampres terhadap anggota kepolisian tersebut. Dia mengimbau kepada petinggi kedua alat negara tersebut untuk menyelidiki dan menganalisa secara baik dan benar perihal insiden tersebut.

“Saya pikir, masing-masing pimpinan harus bisa menyelidiki atau menganalisa atau memanggil anggotanya untuk menelaah kasus tersebut,” tambahnya. (sp/okezone)