Muhammadiyah Siap Garap Wakaf Tunai

Jember – Pada hari Ahad (14/12/2014), Majlis
Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember
mengadakan workshop yang diikuti oleh pimpinan dan anggota PCM se-Kabupaten
Jember. Acara yang dimulai pukul 08.30 hingga 11.30 ini ini dilaksanakan di
Aula Gedung Muhammadiyah PDM Jember.
Hadir dalam workshop kali ini adalah ketua PDM Jember, Dr.
Kasman, M.Fil, Ketua Majlis Wakaf Siswo Prajitno, SH, Manan Suhadi selaku
anggota PDM serta Sulthon Akim, SH, MH, anggota Majlis Wakaf PDM Jember.
Workshop kali ini mengangkat tema Sertifikasi Benda Wakaf dan
Manfaat Wakaf Tunai. Dijelaskan oleh ketua PDM Jember, bahwasanya keadaan
kontemporer saat ini mengharuskan kita umat Islam berfikir ke depan. Dalam
bidang wakaf misalnya, ulama dahulu mengkategorikan wakaf dalam bentuk barang
yang tidak habis pakai. Tapi dalam masa sekarang ini penjabaran makna wakaf
bisa menjadi luas, akan tetapi tidak meninggalkan makna wakaf itu sendiri.
Selain itu Dr. Kasman menyinggung perlunya menata kembali inventarisasi asset
Muhammadiyah di Kabupaten Jember disertai validasi data berupa foto, surat dan
bukti otentik lainnya.
Bpk. Siswo Prajitno sebagai Ketua Majlis Wakaf dalam sesi
berikutnya menuturkan, wakaf tunai adalah salah satu cara Muhammadiyah
untuk dapat menjalankan roda persyarikatan. Dengan wakaf tunai, warga
Muhammadiyah yang ingin menjadi wakif (yang berwakaf) tidak perlu
membayangkan perlu dana besar untuk mulai berwakaf. Dengan dana Rp. 100.000,-
per bulan itu pun bisa berwakaf lewat wakaf tunai ini. Dalam penjelasannya juga
perlu dibedakan makna wakaf tunai dengan wakaf melalui uang, karena di saat ini
ada kesalahpahaman makna. Dan yang lebih penting lanjutnya, “Wakaf tunai
warga Muhammadiyah harus sesuai prosedur undang-undang serta peraturan lain
yang mengikat.”
Pembicara lainnya Sulthon Akim, SH, MH menjelaskan apa itu
wakaf serta payung hukum wakaf, termasuk wakaf tunai yang sudah memiliki
lembaga sendiri. Lembaga independen itu adalah Badan Wakaf Indonesia (BWI),
serta Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU) yang terdiri dari
bank-bank syariah Indonesia yang ditunjuk pemerintah lewat Kementerian Agama.
Beliau juga mencontohkan pelaksanaan wakaf uang di negara bagian Selangor
Malaysia serta di Al-Azhar Mesir.
Dalam workshop ini juga dicanagkan bahwa mulai Januari 2015
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember akan melaksanakan program wakaf tunai
persyarikatan, serta melakukan sosialisasi ke daerah agar program ini bisa
dilihat, dinikmati dan dilaksanakan oleh warga Muhammadiyah. (sp/mch)