Menteri Susi Ungkap Penyebab Indonesia Jadi Sasaran Pencurian Ikan Kapal Asing

Jakarta – Negara maritim Indonesia kaya akan hasil laut. Praktik illegal fishing atau pencurian ikan marak dilakukan di laut Indonesia. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan illegal fishing terus berkembang sejak 10 tahun terakhir. 

“Merajalelanya illegal fishing bukan hanya karena laut Indonesia yang luas, karena Australia menutup 70% kawasan laut coral kemudian Filipina dan Oman juga melakukan pengetatan (jumlah tangkapan ikan) sehingga turun semua ke Indonesia,” kata Susi di Gedung Mina Bahari III, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (1/12/2014). 

Susi menjelaskan kebijakan Australia menutup 70% dari kawasan the great barrier reef dari aktivitas penangkapan ikan, sehingga cukup berpengaruh kepada pasokan ikan di beberapa negara. 

Selain itu, ditambah lagi adanya kegiatan pengetatan jumlah tangkapan ikan di beberapa negara, hal ini diperparah dengan pasokan ikan yang semakin minim di beberapa kawasan laut regional.

“Akibat penutupan 70% kawasan coral di Australia dan adanya perketat penangkapan ikan di Afrika, India, pasar Hong Kong kekurangan pasokan,” imbuhnya.

Sementara itu, kapal-kapal asing justru diizinkan melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut Indonesia, sehingga menjadi celah praktik illegal fishing tumbuh subur di laut Indonesia.

foreign fishing vessel kita masih memberlakukan itu. Oleh karena itu sejak 10 tahun terakhir Indonesia dijadikan bidikan,” jelasnya. (sp/detik)