Menteri Susi dan Kerudungnya

Banda Aceh – Sosok yang kini tengah popular itu sudah dinanti-nanti.
Ribuan mahasiswa Universitas Syah Kuala (Unsyah), Banda Aceh tampak
berkerumun rapi di Aula Kampus menunggu kedatangannya untuk tampil di
depan panggung.
 
Bukan aktris apalagi musisi, dia yang dinantikan
itu adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet kerja, Susi
Pudjiastuti. Susi, pembantu presiden yang pernah berprofesi sebagai
nelayan itu diundang sebagai narasumber dalam sebuah acara
bincang-bincang di universitas terbesar di Aceh ini.
Digelar Jumat (19/12/2014) siang, panasnya Kota Banda
Aceh tak menyurutkan ribuan mahasiswa menanti kedatangan sang menteri
nyentrik. Tak lama, hiruk-pikuk bak menyambut seorang rockstar
bergemuruh kala Susi menginjakan kakinya memasuki aula.
Segenap hadirin yang memadati aula awalnya sempat
tak sadar kala pembawa acara meneriakan ‘Kita sambut, Menteri Kelautan
dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti’. Tak heran, ini karena saat itu
Susi tampil beda dengan gayanya yang biasa.
Berpakaian muslimah hitam-hitam, Susi melengkapinya
dengan tudung berwarna senada baju. Kesan si menteri perokok dan
bertato sirna ketika melihat Susi terbalut gaya muslimah anggun. Ia pun
masuk perlahan menuju panggung utama tempat ia dipersilakan untuk duduk.
Saat sadar wajah wanita yang berada di balik tudung itu adalah Susi,
barulah penonton meledak.
“Hohoho, kenapa kau seperti pada heran,” kata Susi
ketika hendak duduk di kursi tempat acara bincang-bincang berlangsung.
Di momen ini, teriakan ‘Ibu Susi, ibu Susi’ dari bangku penonton masih
gaduh bersahutan.
Najwa Shihab yang membawakan acara lantas kian
memancing respons para hadirin yang mayoritas adalah muda-mudi. Ia
bertanya tentang penampilan wanita asal Pangandaran, Jawa Barat itu
kepada audiens. “Cantiiikkkk,” tanggap penonton serempak.
Namun meski berpakaian anggun nan religius, Susi
tetap tidak menanggalkan karakternya. Gaya bicaranya yang to the point
masih setia ia bawakan.Seperti ketika ia bercerita bahwa dirinya merasa
tak cocok dengan dunia pendidikan Indonesia sehingga memutuskan keluar
sekolah di bangku SMA.
“Sekolah itu baik untuk kalian, jangan ikuti saya,
tapi saya hanya merasa pendidikan di kita tidak cocok dengan saya,
sehingga ya saya pillih keluar. Kalau kalian merasa senang berpendidikan
sampai kuliah ya silakan, itu positif untuk kalian. Tapi jangan buat
malu diri kalian, saya tidak lulus SMP jadi menteri,” ujar Susi di depan
para mahasiswa yang justru disambut riuh tepuk tangan. (sp/rol)