Laksanakan Nahi Munkar, IMM Demo Kejati Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh mendemo kantor Kejati Aceh, Selasa (9/12). 
Mereka menuntut agar sejumlah kasus korupsi di Aceh diusut tuntas dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Aceh.
Koordinator aksi, Zulfia dalam orasinya mendesak agar Kejati Aceh tidak mengendapkan kasus korupsi di provinsi itu. Dicontohkan, dugaan korupsi dana Pajak Bireuen dan dugaan korupsi alat kesehatan di RSUD Teuku Peukan Aceh Barat Daya, yang hingga kini belum dilimpahkan ke pengadilan. Padahal, kasus itu telah diperiksa sejak tahun 2010 lalu.
Aksi itu sebagai bentuk peringatan hari anti korupsi internasional, 9 Desember 2014. Setelah berorasi, massa berusaha masuk ke halaman Kejati Aceh. Namun, pintu pagar Kejati ditutup dan polisi tidak mengizinkan pendemo menerobos pagar tersebut.
“Ada dua anggota kami yang sempat keos dan dipukul oleh polisi. Mereka adalah Arif Pribadi, Ketua Umum DPD IMM Aceh, dan Rusman, mantan Ketua PC Aceh IMM Aceh Barat Daya. Sekarang kami sedang mengevaluasi demo, apakah akan meminta pertangungjawaban polisi atau bagaimana,” terang Zulfia.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Zulkifli menyebutkan tidak ada keos antara polisi dan peserta demo di depan Kejati Aceh. 
“Mereka menaiki pagar. Polisi menyuruh turun. Karena kalau mereka terjatuh bagaimana? Kan itu untuk keselamatan mereka juga. Jadi, bukan keos yang berantem begitu,” ujar Kombes Zulkifli. 
Pihak kepolisian mempersilahkan demonstran sejauh tidak anarkis. “Kami menjaga demo agar berlangsung lancar dan tertib. Tidak ada keos-keos segala.”
Hingga aksi demonstrasi bubar tidak ada perwakilan Kejati Aceh yang menemui pendemo. .