Kalau ada yang Selamat dari Siksa Kubur, itulah Sa’ad

oleh: Fahmi Salim,MA

Sahabat Anshar, yang masuk Islam di tangan
Mus’ab bin ‘Umair. Beliau meninggal tahun 5 H, setelah Perang Khandak,
dan hanya sempat hidup bersama Nabi saw. 5 tahun. Tetapi, dalam waktu
yang singkat itu, Allah memberikan anugerah yang tidak diberikan kepada
sahabat yang lain. Ketika wafatnya, Arsy Allah bergoncang. Menurut para
ulama’, maksud Arsy bergoncang, adalah Allah merindukannya. Dalam kitab
al-Ishabah, karya Ibn Hajar, disebutkan, bahwa 70,000 malaikat
diturunkan untuk takziyah kepadanya, hingga tanah kuburnya pun menjadi
misk. Nabi pun menahan liang kuburnya, dan memberikan syafaat, “Kalau
ada yang selamat dari siksa kubur, itulah Sa’ad.” Umur Sa’ad yang begitu
singkat, amalnya bersama Nabi yang begitu singkat, tetapi anugerah yang
Allah berikan luar biasa. Karena, amal Sa’ad juga luar biasa. Dialah
yang mengislamkan Bani Ashal. Dialah yang memberikan nushrah kepada
Nabi. Dialah yang meneguhkan hati Nabi saat Yaum al-Furqan, waktu Perang
Badar. Dialah yang meneguhkan hati Nabi saat Perang Khandak. Dialah
yang menjadi hakim terhadap Bani Quraidhah. Umurnya pendek, tetapi
berkah. Semoga kita, dengan perjuangan kita untuk Allah, Rasul dan
agama-Nya, menjadikan kita dirindukan oleh Allah SWT, sebagaimana Sa’ad
radhiyallahu ‘anhu..