Hikmah : Alhamdulillah Untung Ada Muhammadiyah

Bismillahirrahmanirrahim


Alhamdulillah untung ada Muhammadiyah. Bukan untuk puji diri apalagi berbangga. Tidak, bukan untuk itu, tetapi untuk mensyukuri nikmat Allah atas kehadiran Muhammadiyah;


Wa Amma Bini’mati Rabbika Fahaddits


Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut- nyebutnya (dengan bersyukur)


Muhammadiyah mengajak orang untuk masuk syurga, menjauhi neraka, mengajak orang meninggalkan kebathilan, memilih kebenaran. Mengajak beriman dan memeluk Islam, mengajak yang sudah muslim agar mengamalkan Islam yang benar; yaitu Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadist/Sunnah Rasulullah SAW.


Hanya Allah yang disembah, hanya kepada Allah bertawakkal memohon pertolongan tanpa perantara. Tidak dengan perantara di kuburan, tidak pada mahluk halus yang diada-adakan baik di pohon besar, maupun di laut yang ganas dan lain-lain. Semuanya itu adalah syirik, penganiayaan terhadap kemanusiaan yang lebih mulia dari batu dan pohon. Kesalahan besar kepada Allah SWT.


Mengajak meninggalkan khurafat, dongeng-dongeng yang tidak masuk akal. Contohnya anggapan bahwa massapi tertentu itu berasal dari anak raja, karena itu bisa menolong orang.


Mengajak meninggalkan tahayyul, percaya pada shio yang dapat mendatangkan nasib baik dan nasib buruk. Percaya bunyi tokek dan bunyi burung, yang demikian itu adalah syirik.
Mengajak untuk tidak mengikuti aliran-aliran yang menyesatkan. Aliran yang mengada-ada dan mengurang-ngurangi. Aliran yang menyatakan ada jalan lain untuk bertemu Allah walaupun tidak shalat.


Alhamdulillah untung ada Muhammadiyah.


Muhammadiyah menafsirkan Al Quran dengan amal. Menafsirkan Surah Al-Alaq yang memerintahkan membaca dan menulis dengan mendirikan madrasah atau sekolah. Menafsirkan Surah Al-Maun dengan mendirikan PKU (Penolong Kesengsaraan Umat).


Alhamdulillah untuk ada Muhammadiyah


Muhammadiyah menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW;


– Mempelopori shalat dua hari raya di lapangan
– Mengumpul dan membagi zakat fitri bagi fakir miskin
– Mengumpul infaq untuk bersama membangun masjid dan madrasah
– Menggembirakan semangat dakwah amar-ma’ruf nahi mungkar


Alhamdulillah untung ada muhammadiyah; ada Muhammadiyah yang membina angkatan muda dan perempuan. Ada pengkaderan Pemuda, IMM dan IPM, Tapak Suci dan Hizbul Wathan pembela tanah air, ada aisyiyah, ada nasyiatul Aisyiyah.


Ada panglima Besar Sudirman yang lahir dari HW, ada Mas Mansur Ulama ahli Syiasah ada Buya Hamka ulama sastrawan, ada hadi kusumo peletak pancasila sebagai dasar Negara dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai asas pertama.


Ada sarjana beriman dan bertaqwa yang rajin berdakwah. Ada dokter perempuan yang berjilbab. Ada ahli ekonomi yang melahirkan konsep ekonomi Islam.


Alhamdulllah dulu dimusuhi, kini diperlukan.
Muhammadiyah diperlukan agar kompak dengan ortom-ortomnya, merupakan suatu bangunan yang kokoh; Kaannahum Bunyanun Marshush.


Muhammadiyah diperlukan agar bertambah amal usahanya yang bermutu. Muhammadiyah diperlukan agar ada generasi pelanjutnya yang lebih mendalam ilmunya, lebih cerdas pikirannya, lebih tinggi semangat kerjanya, lebih ikhlas beramal dan lebih tangguh kesabarannya.


Alhamdulillah kita berdoa;
Yaa Allah lindungilah Muhammadiyah dari godaan syaitan. Yaa Allah lindungilah Muhammadiyah dari kejahatan musuh-musuhMu.Yaa Allah berlilah pertolongan untuk Muhammadiyah agar dapat melanjutkan dakwah RasulMu. Yaa Allah tolonglah Muhammadiyah agar mampu melanjutkan risalahnya.


Yaa Allah jangan dibiarkan Muhammadiyah jalan sendiri dan hanya dipimpin dengan pemikiran. Yaa Allah lindungi Muhammadiyah dari perpecahan, beri kesabaran pada pemimpinnya bahwa perpecahan itu adalah dosa besar karena membawa kelemahan.


Yaa Allah kami benar-benar bermohon kepadaMu jangan sampa para pemimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah mengorbankan persatuan hanya karena memperebutkan jabatan DPD yang jika mereka pecah tentu juga tidak berhasil.


Yaa Allah ternyata memang hanya Engkau yang dapat memberi taufieq dan hanya Engkau yang dapat melindungi orang-orang dari godaan syaitan.


Yaa Allah terimalah taubat kami, kami telah banyak berbuat salah.


Wamaa taufiqii illa billahi alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib

==================================================================
Tulisan ini ditulis oleh KH Djamaluddin Amien seorang Tokoh Islam dan Tokoh Muhammadiyah di Makassar Sulawesi Selatan yang baru – baru ini telah wafat, semoga pemikiran beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda Muhammadiyah selanjutnya