Hanafi Rais : Larang Jilbab Syar’i, BUMN Tak Usah Bawa Sentimen Agama

YOGYAKARTA — Ramai diperbincangkan oleh netizen terkait informasi pelarangan jilbab syar’i di BUMN menanggapi hal tersebut Ketua Komisi I DPR RI Mohammad Hanafi Rais mengatakan, aturan larangan jilbab syar’i di sebuah BUMN yang ramai dibicarakan netizen hari ini sangat mengada-ada. Menurut Hanafi aturan itu justru akan mencari masalah tersendiri.

“Itu sangat mengada-ada, aturan yang sudah ada cukup baik kenapa dibikin ramai. Larangan itu tidak ada kaitannya dengan kinerja BUMN jadi jika itu benar maka Menteri BUMN harus menegurnya,” katanya di Yogyakarta dalam kunjungan ke konstituenya pada masa reses DPR RI, Senin (15/12).

Netizen saat ini ramai memperbincangkan larangan jilbab syar’i di sebuah BUMN. Perbincangan di dunia media sosial ini berawal dari upload akun twitter @estiningsihdwi atas surat larangan dari sebuah BUMN itu.

Menurut Hanafi yang juga putra Prof Amien Rais, BUMN adalah perusahaan milik negara yang harusnya profesional sehingga tidak usah membawa sentimen agama dalam aturan-aturannya.

BUMN sebagai lembaga milik negara kata dia, harus lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. “Nanti lama-lama ukuran celana juga diatur. Ini benar-benar mengada-ada,” ujarnya.(rol/sp)