Etika Bercinta Ala Nabi : Sebuah Pendekatan Kritik Hadis

Era globalisasi dan teknologi informasi (IT) ternyata telah banyak merubah orientasi dan pola perilaku hidup manusia, termasuk dalam kehidupan seks mereka. Trik seks bebas yang selama ini dianggap tabu oleh masyarakat, tampaknya telah mereka praktekkan, melampaui batas nilai etika yang selama ini diyakininya.

Sayangnya, sebagian penulis buku tentang seks dalam perspektif Islam seringkali mengutip sejumlah hadis yang tidak jelas kesahihannya bahkan tidak rasional yang kemudian dijadikan alat justifikasi terhadap kemuliaan seks dalam Islam hanya sekedar ingin beda dengan seks ala Barat. Inilah salah satu sebab ajaran Islam terkebiri dan kehilangan kekuatan referensi tentang seks akibat pengutipan dan penafsiran hadis secara tidak bertanggung jawab sehingga Islam ditinggalkan karena dianggap tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Buku yang membahas hadis-hadis tentang Etika “Bercinta” (making love) ala Nabi saw ini menuntun suami-istri untuk mendapatkan hubungan seks yang sehat dan berkualitas, namun tetap sah dan beretika yang sesungguhnya sudah dicontohkan oleh Nabi saw.

Penulis adalah dosen Mata Kuliah Hadis, Ilmu Hadis, Fikih & Akhlaq di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY, dan Anggota Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah. Buku laris yang sudah diterbitkannya: Shalat Sesuai Tuntunan Nabi saw: Mengupas Kontroversi Hadis Sekitas Shalat (LPPI UMY, 2008)

Tebal buku: 206 hlm dengan ukuran 19×12

Cover lux: Dov, spot uvi, embos, plastic.

Harga Rp.34.000,-