60 Kesalahan Dalam Berhijab

Fungsi Jilbab telah dijelaskan sebelumnya bahwa aurat seorang wanita mencangkup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Itu berarti termasuk rambut. Karena itu salah satu identitas seorang muslimah adalah jilbab.


Secara etimologi, kata jilbab berasal dari bahasa Arab, dan bentuk jamaknya adalahjalabib yang tercantum dalam surat al-Ahzab ayat 59. Menurut Ibrahim bin Fatih bin Abd Al-Muttaqin dalam bukunya menyebutkan bahwa jilbab adalah title bagi sekumpulan hokum-hukum social yang berhubungan dengan posisi wanita dalam system Islam dan disyariatkan Allah swt. Agar menjadi benteng kokoh yang mampu melindungi wanita.

Di zaman jahiliyah dulu, kedudukan seorang wanita tidaklah lebih dari sekedar pemuas nafsu belaka. Seorang perempuan biasanya memiliki banyak suami, dan mereka dianggap seperti makhluk hina yang dilarang bersanding dengan seorang lelaki. Apabila seorang perempuan haid atau menstruasi, maka mereka akan diasingkan dalam sebuah tempat khusus hingga darahnya kering. Hingga akhirnya Islam datang dan memberikan perhatian yang layak dan lebih kepada seorang perempuan. Perempuan tidak lagi dianggap seperti binatang dan pemuas nafsu lelaki saja. Perempuan dijaga dan dihormati. Dan bukti lain bagaimana Islam menjaga perempuan adalah dengan adanya perintah untuk menutup aurat mereka.

Kesalahan Berjilbab Secara Etika Syar’i :
1.      Terlalu Pendek
Fungsi asli jilbab adalah alat untuk menutup aurat, maka selayaknya mampu menutupi bagian-bagin yang wajib tertutup. Maksud dari terlalu pendek disini adalah tidak menutup aurat yang seharusnya ditutup.
2.      Jilbab Transparan
Kita dilarang memakai jilbab yang transparan atau tipis, karena jilbab yang distyaratkan harus terbuat daari kain yang tebal. Jika kain yang digunakan tipis hanya akan menambah daya tarik si wanita yang mengenakannya atau malah menjadi perhiasan baginya. Rasulullah bersabda, “Pada akhir zaman nanti aka nada wanita-wanita dari kalangan umatku yang berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Kutuklah mereka itu, karena sebenarnya mereka wanita-wanita terkutuk.” (Hadis Mashur).
Dalam hadis lain juga disebutkan, “Mereka tidak akan masuk surge dan juga tidak akan tercium baunya, padahal baunya surge itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Ath-Tabrani).
3.      Tidak Menutupi Dada
Allah memerintahkan para muslimah untuk menutupi dadanya. Ini dikatakan langsung oleh Allah swt. dalam Surat An Nuur. Ayat tersebut juga menunjukan bahwa jilbab ittu harus menutup leher. Leher termasuk bagian batin yang harus disembunyikan, termasuk kalung yang melingkarinya.
4.      Memakai Wewangian
Abu Musa Al-Asy’ari mengatakan, “Rasulullah saw. pernah berkata: ‘Perempuan yang memakai wewangian, lalu lewat dihadapan laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezina.’”
Rasulullah kembali bersabda, “perempuan yang memakai bakhur (sejenis pewangi pakaian) jangan shalat isya’ bersama kami.” (HR. Muslim dan Awanah).


Kesalahan Dalam Berjilbab Secara Estetika:
1.      Warna Terlalu Ngejreng
Usahakan jangan memakai jilbab yang terlalu ngejreng sebab akan tampak menyilaukan mata. Menyilaukan disini maksudnya memberikan perhatian khusus dari orang sekitar kita. Jika anda menyukai warna lebih berani seperti merah, hijau aatau kuning, maka pilih warna gelap seperti merah tua yang tidak terlalu menyilaukan. Warna-warna yang lebih kalem juga akan memberikan kesan lebih lembut dan feminim. Ini akan lebih menonjolkan sisi kewanitaan anda.
2.      Tidak Memakai Ciput
Untuk menambah kerapian dalam berjilbab maka sebaiknya mengenakan ciput atau dalaman kerudung. Ini akan membantu anda menata dan membuat rambut tetap rapih dan tidak berantakan.
3.      Aurat/Rambut Keluar
Rambut adalah bagian aurat yang harus ditutupi.oleh karena itu jika memakai jilbab rambut masih kelihatan, maka sesungguhnya kerudung itu hanya sebagai perhiasan saja. Dan Syariat Islam melarang kerudung dijadikan sebagai perhiasan. Selain itu penampilan juga tampak tidak rapi.
4.      Memakai Jilbab Saat Rambut Basah
Bagi wanita berjilbab rambut adalah aurat yang harus ditutupi. Kendati demikian, bukan berarti rambut wanita berjilbab tidak dirawat, bahkan justru harus lebih diperhatikan. Dan salah satu kesalahan yang dilakukan para muslimah adalah memakai jilbab disaat rambut dalam keadaan basah. Ini sangat membahayakan kesehatan rambut. Karena rambut jadi ronto, berketombe dan pecah-pecah.
Kesalahan Persepsi dan Niat dalam Memakai Jilbab:
1.      Berjilbab Kalau Sudah Menikah
Orang yang berpikir memakai jilbab setelah menikah sesungguhnya pemahaman demikian hanyalah menerka-nerka barang gaib, bahwa kamu akan hidup sampai menikah. Padahal kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
2.      Iman itu letaknya dihati
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriyah) dan harta kekayaanmu, tetapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.” (HR. Muslim).
“Taqwa itu ada disini”, Seraya menunjuk kea rah dadanya.” (HR. Muslim). Mereka yang berpendapat untuk enggan memakai jilbab karena alasan iman letaknya didalam hati pasti berpegang dalam 2 hadis tersebut. Namun untuk menjawab syubhat ini, kita harus kembali ke makna iman sesungguhnya. Definisi Iman adalah menyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukan dengan kegiatan.  Dalam tashawwur I (gambaran) kita, orang yang mengatakan iman dengan lidahnya, tetapi tidak disertai keyakinan hatinya, itu adalah keadaan orang-orang munafik.
Sama halnya dengan mereka yang beriman hanya dengan hatinya tetapi tidak disertai dengan amalan anggota badan. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah: 34, “Ia (iblis) enggan dan takabur dan dia termasuk golongan orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 34).

Perintah memakai jilbab adalah wajib adanya, seperti halnya Allah swt. mewajibkan kita untuk salat. Walaupun iman ada dalam hati, salat tetap harus dijalankan dengan anggota tubuh. Begitu pula dengan jilbab yang harus diaplikasikan dengan anggota tubuh.

Sumber : buku 60 Kesalahan Dalam Berhijab
Pengarang : Idatul Fitri & Nurul Khasanah RA