5 Hakikat Tawakal

Oleh : Fathurrahman Kamal, Lc, M.SI
1) Tawakkal adalah suatu maqam (kedudukan) yang dapat diraih oleh orang-orang yang memiliki keyakinan teguh. Ia merupakan derajat tertinggi yang dapat diraih oleh para “muqarrabin” (orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah). Pun pula merupakan buah dari tauhid dan iman yang benar. Tingkatan ini tidak akan diperoleh, kecuali oleh orang yang beriman dan berkeyakinan teguh.
2) Tawakkal kepada Allah adalah bentuk penyerahan total hanya kepada-Nya, bersandar kepada Allah dan kepada pertolongan-Nya, dengan berkeyakinan bahwa takdir Allah mesti berlaku dan tidak dapat ditolak. Akan tetapi dengan tidak meninggalkan ikhtiar dan mencari apa-apa yang menjadi keperluan hidup, serta mengadakan persiapan dan berjaga-jaga dari berbagai tipu-daya sebagaimana yang telah dilakukan oleh para nabi dan Rasul-Nya

3) Ibnu Rajab Al-Hanbali, “Tawakal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘azza wa jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata‘.” (جامع العلوم والحكم)
4) Ibnu Qayyim Al-Jauziyah : “Tawakkal adalah faktor paling utama yang bisa mempertahankan seseorang ketika tidak memiliki kekuatan dari serangan makhluk lainnya yang menindas serta memusuhinya. Tawakkal adalah sarana yang paling ampuh untuk menghadapi keadaan seperti itu, karena ia telah menjadikan Allah sebagai pelindungnya atau yang memberinya kecukupan. Maka barang siapa yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya serta yang memberinya kecukupan, maka musuhnya itu tak akan bisa mendatangkan bahaya padanya.” (بدائع الفوائد 2/268)
5) Dari Ibnu Abbas : “Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika ia dilemparkan ke tengah bara api adalah : Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung…حسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ ( HR. Bukhari)
6) Mari kita panjatkan doa dan munajat terbaik kita kepada Allah Ta’ala, semoga Allah meringankan musibah bagi saudara-saudara pada penerbangan AirAsia, dan keluarga mereka sabar dan tawakkal kepada Allah. Amiin..