Usai Membakar Masjid, Israel Membangun Pemukiman Baru Yahudi di Yerusalem

YERUSALEM — Di tengah aksi provokasi yang dilakukan warga Israel di
Masjidil Aqsha, pemerintah Zionis menyetujui pembangunan 200 rumah
Yahudi di Yerusalem. Kebijakan ini dipastikan akan memperburuk situasi
di kawasan itu.

Sebelumnya, Yordania mengadu kepada Dewan Keamanan PBB tentang
serangan warga Israel dan pasukan keamanan Israel pada Rabu (5/11) terhadap Masjid Al
Aqsa di Yerusalem. Yordania juga menyatakan akan mengambil langkah
hukum untuk menghentikan serangan lebih lanjut.

Ketegangan di lokasi yang juga merupakan tempat tersuci Yahudi itu
memicu bentrokan antara pasukan keamanan Israel dengan warga Palestina
di Yerusalem beberapa pekan terakhir.

Yordania mendesak Dewan Keamanan PBB untuk meminta Israel
bertanggung jawab atas serangan yang dikatakannya memicu kebakaran dan
merusak mosaik di langit-langit masjid serta permadani di gugus Haram
al-Sharif, yang juga dikenal sebagai Gunung Kuil.

Yordania juga telah menarik duta besarnya untuk Israel sebagai kecaman terhadap peningkatan pelanggaran Israel.

Raja Yordania Abdullah adalah penjaga gugus tersebut, yang diakui
dalam perjanjian perdamaian 1994 dengan Israel. Gugus tersebut, lokasi
Kubah Karang, dikelola oleh pegawai pemerintah Yordania. Yahudi tidak
diizinkan beribadah di tempat tersebut.

Seperti dilansir Alarabiya, Kamis (13/11), Juru
Bicara Pemerintah Kota Yerusalem, Brachie Sprung mengatakan Komite
Perencanaan Israel telah menunjuk kontraktor yang akan membangun 200
unit rumah. Proyek itu harus melewati beberapa tahapan lagi sebelum
pembangunan dimulai. Pemukiman baru itu akan berlokasi doi Ramot, Utara
Yerusalem.

Staf Ahli Senior Presiden Palestina, Nabil Abu
Rdeineh mengatakan apa yang dilakukan Israel ini hanya akan
berkontribusi negatif terhadap upaya perdamain.

Bulan lalu,
Israel mempercepat pembangunan 1.000 unit rumah di Yerusalem Timur.
Rencana ini dikecam Palestina dan komunitas internasional. Proyek
provokasi itu kemudian diperkuat dengan kunjungan anggota parlemen sayap
kanan ISrael ke kompleks Masjidil Aqsha.(rol/sp)