Salim : Konflik TNI-Polri Karena Polisi Lebih Makmur

Jakarta- Guru Besar Universitas Pertahanan, Salim Said mengatakan, konflik yang terjadi antara TNI-Polri tak lepas dari masalah kesejahteraan yang tidak merata di kedua institusi tersebut. Menurutnya, bukan rahasia lagi kemakmuran polisi lebih baik setelah dipisah dari ABRI.
“Karena mereka (polisi) berhubungan dengan masyarakat, semua perizinan-perizinan yang menyangkut keamanan itu berurusan dengan polisi,” kata Salim di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014).
Salim menuturkan, perizinan yang diajukan masyarakat tentu berurusan dengan dana. Dengan kata lain kata Salim, kemakmuran polisi setelah dipisahkan dari tentara itu lebih besar. 
“Ini menimbulkan kecemburuan, ini pekerjaan yang harus diselesaikan pak Jokowi. Jangan sampai salah menyimpulkan persoalan,” tuturnya.
Salim pun mengaku setuju dengan wacana Kepolisian di bawah Kementerian seperti pada tahun 1960-an. Menurutnya, saat ini TNI pun berada di bawah Kementerian Pertahanan. “Maka sebaiknya menurut saya polisi juga di bawah Menteri,” tuturnya.
Masih kata Salim, pada tahun 1960 ada yang namanya Menteri Keamanan Nasional (MKN), yang saat itu menterinya adalah Jenderal Nasution yang kemudian kebetulan KSAD. 
“MKN membawahi Polisi, Kejaksaan Agung, imigrasi dan segala lembaga negara yang berhubungan dengan keamanan,” katanya. (sp/mch)