Pemuda Muhammadiyah Desak POLRI Usut Tuntas Penembakan Rumah Amien Rais

Kamis, 06/11/2014 – Jakarta – Aparat kepolisian diminta untuk segera mengusut kasus penembakan misterius yang terjadi di Rumah Amien Rais, Rabu (5/11) dini hari tadi. Pasalnya, penembakan itu dinilai sebagai teror yang sangat berbahaya. Jika dibiarkan, bisa jadi akan terus berlanjut dan akan menjadi momok yang menakutkan di tengah masyarakat.


“Saya melihat ada unsur kesengajaan di sini. Ini bisa saja bagian dari rangkaian teror yang terus-terusan dialamatkan kepada Bapak Amin Rais. ” kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, beberapa saat lalu (Kamis, 6/11).


Jika aparat kepolisian mau mengusut, Saleh yakin pelakunya akan segera dapat ditangkap. Pasalnya, semua senjata api yang beredar di masyarakat diregistrasi oleh kepolisian. Ditambah lagi, kepolisian memiliki alat-alat yang cukup canggih untuk meneliti kasus-kasus seperti ini.


“Teroris saja bisa ditangkap. Apalagi pelaku teror seperti ini. Logikanya, pasti lebih mudah ditangkap,” ungkap Saleh yang juga Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah.


Saleh mengingatkan, kasus penembakan terhadap warga negara, apalagi tokoh nasional seperti Amin Rais, tidak boleh dipandang remeh. Bila dibiarkan begitu saja, bisa saja menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada aparat kepolisian. Tentu hal itu tidak baik di tengah kerja keras kepolisian RI dalam meningkatkan profesionalitas dan pelayanannya kepada publik.


Di lain pihak, Saleh menegaskan, upaya teror seperti ini tidak akan pernah menyurutkan langkah Amin Rais menyuarakan kebenaran. Sebagai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan tokoh reformasi, teror seperti ini sudah puluhan bahkan ratusan kali dialami olehnya. Dan faktanya, Amin Rais tetap teguh memimpin gerakan reformasi bersama tokoh-tokoh lainnya.


“Kalau teror ini dimaksudkan untuk mendiamkan Pak Amin, insya Allah pasti tidak akan berhasil. Bagi Pak Amin, yang benar itu ya benar, kalau salah ya wajib ditegur dan diluruskan. Itu adalah manifestasi kecintaan beliau pada tanah air. Masa orang yang cinta tanah air diteror? Kita tidak boleh kembali ke era orde baru. Itu masa lalu kelam yang harus kita tinggalkan,” demikian yang disampaikan Saleh Daulay. (rmol/sp)