Muhammadiyah Gelar WPF yang Akan Dibuka Jokowi

Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah merayakan hari
jadinya ke-105 Hijriah atau ke-102 Masehi. Dalam rangka merayakannya,
organisasi dakwah Islam pimpinan Din Syamsuddin itu akan
menyelenggarakan World Peace Forum (WPF) untuk yang ke-5 kalinya.

Rencananya,
Presiden Joko Widodo akan membuka langsung forum tersebut di Gedung
Nusantara IV MPR DPR, Jakarta, besok. Lebih dari 200 partisipan dari
berbagai belahan dunia yang terdiri dari pimpinan agama, intelektual,
akademisi, politisi, aktivis dan wartawan akan menghadiri WPF.

“Besok
pembukaan akan dibuka langsung sama Pak Jokowi jam 19.00 WIB di
Nusantara 4 MPR DPR. Kegiatan dihadiri oleh 200 peserta, 100 dari luar
negeri seperti Maroko, Mesir, Belgia, Serbia, Albania, Tiongkok,
Pakistan, Australia, Amerika, Jepang dan Korea,” ujar Koordinator WPF
Yayah Khisbiyah.

Hal ini diungkapkannya dalam jumpa pers Milad
Muhammadiyah ke-105 H/102 M dengan tema ‘Gerakan Pencerahan Menuju
Indonesia Berkemajuan’ dan menyambut acara Opening Ceremony The 5th
World Peace Forum: Quest for Peace: Lessons of Conflict Resolution di Jl
Kemiri No 24, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2014).

“Temanya
bagaimana kita mencari cara resolusi konflik seperti resolusi konflik
di Aceh dan Ambon, Filipina, Thailand dan Myanmar. Lalu kita mempelajari
konflik dari Pakistan karena setiap konflik itu ada solusi dan
cara-cara yang berbeda. Mempelajari resolusi konflik yang berhasil
maupun gagal agar kita bisa menciptakan kedamaian abadi,” lanjutnya.

Turut
hadir dalam acara ini antara lain perwakilan dari PP Muhammadiyah Edi
dan Muhidin Djunaidi, Ketua Pelaksana WPF Andar Nurbowo dan Bendahara
WPF Alya Baidhowi. Forum WPF dijadwalkan berlangsung selama 4 hari,
mulai dari 20-24 November 2014.

Berdasarkan agenda, besok seluruh
partisipan tiba di Indonesia dan akan dijamu makan malam di Gedung
Nusantara IV MPR DPR. Acara itu dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan,
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Founder-chairman Cheng Ho
Multiculture Education Trust Tan Sri Lee Kim Yew dan Presiden Jokowi.

Menurut Yayah, besok tidak hanya sekadar seremoni penyambutan, tetapi
juga merayakan hari jadi PP Muhammadiyah. Acara juga nantinya diramaikan
dengan pertunjukan seni dan budaya dari pimpinan dan anggota
Muhammadiyah berbagai daerah.

“Tujuannya untuk saling belajar
dari resolusi konflik atau transformasi konflik. Kedua, memperkuat
network bagi organisasi-organisasi pemerintah dan non pemerintah,”
sebutnya.

“Hari kedua agendanya penyampaian keynote speaker oleh
Menlu Retno Marsudi di Hotel Atlet Century, Senayan. Selanjutnya, makan
siang dijamu wapres di istana,” papar Yayah.

Rencananya, di hari
ketiga dan keempat partisipan juga akan dijamu oleh Ketua DPD Irman
Gusman serta Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta.(sp/detik)