MPM Muhammadiyah Latih Warga Membuat Mocaf

Sebanyak 30 ibu-ibu Aisyiyah Pakualaman Kota Yogyakarta mengikuti
pelatihan membuat kue dari bahan dasar ‘tepung mocaf’ (modified cassava
flour) di Wisma Serbaguna ‘Giri Arum’ Jalan Suryopranoto 26, Gunungketur
Yogyakarta, Minggu (9/11.2014). Pelatihan ini digagas oleh Mejelis
Pembedayaan Masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPM PDM) Kota
Yogyakarta.

Ketua MPM PDM Kota Yogyakarta Ir Rusianto Wartono
mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu di
wilayahnya, dengan harapan bisa mendongkrak perekonomian keluarga.
Apalagi wilayahnya berdekatan dengan Pasar Sentul sebagai pusat
perekonomian. Menggandeng Tim Mocaf MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
(PWM) DIY, peserta pelatihan diajari cara membuat 6 jenis kue (3 kering,
3 basah) yang kesemuanya menggunakan bahan tepung mocaf. Antara lain,
brownies, putu ayu, donat, kastengel, putri salju dan nastar.

“Kita ingin memberdayakan ibu-ibu lewat pelatihan ini,” kata Rusianto kepada KRjogja.com disela kegiatan.

Tim Mocaf MPM PWM Sudarmini didampingi Siti Sa’adah mengatakan, DIY
khususnya Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah penghasil singkong
sebagai bahan mocaf. Namun, selama ini mocaf masih dipandang sebelah
mata dibanding tepung terigu. Padahal dari segi rasa tepung mocaf tak
kalah enak dibanding tepung terigu.

“Kita terus sosialisasikan tepung mocaf ini ke masyarakat,” katanya. 
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan tepung mocaf, MPM PWM DIY menjalin
kerjasama dengan Pemeritah Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya mendampingi
mulai dari budidaya singkong, pengolahan menjadi tepung mocaf,
pendistribusian hingga pelatihan pembuatan kue berbahan mocaf.

“Kita menjadi jembatan penghubung antara produsen di Gunungkidul dengan pembuat kue yang rata-rata ada di kota,” tandasnya.[sp/krjogja]