‘Kyai’ Bagong Keraton Surakarta Mati ditombak

Solo – Peristiwa matinya Kyai Bagong telah menggegerkan Kraton Surakarta pada Selasa, 4 November 2014 sore hari kemarin. Hal itu dikarenakan ‘Kyai’ Bagong, mati secara tidak wajar yakni ditombak secara sengaja oleh orang tidak dikenal pada pertengahan Oktober lalu.

‘Kyai’ Bagong adalah nama kerbau pusaka yang di keramatkan oleh Kraton Surakarta. ‘Kyai’ Bagong termasuk salah satu keturunan ‘Kyai’ Slamet (nama kerbau juga). ‘Kyai’ Bagong mati ditombak oleh seseorang tidak dikenal. Sebuah benda tajam menusuk lambungnya. Saat ini ‘Kyai’ Bagong di kubur di sekitaran Sitingil Kidul pada Selasa malam dan selesai subuh tadi.  ‘Kyai’ Bagong mati pada usia 65 tahun dan meninggalkan sembilan kerbau keturunan ‘Kyai’ Slamet.


Tradisi Mengeramatkan Kerbau = Syirik
Sudah menjadi tradisi turun temurun bahwa kerbau-kerbau tersebut sangat dikeramatkan oleh Kraton. Pada malam satu suro, kerbau-kerbau keramat tersebut diarak dijalanan. Ribuan warga dan para turis berdesakan untuk menonton para ‘kyai-kyai’ tersebut. Sebuah acara yang penuh dengan kesyirikan. (sz/sp)
Foto Terkait:

Tradisi Kirab Kerbau Kraton (Malam 1 Suro)














Tradisi Kirab Kerbau Kraton (Malam 1 Suro)















Tradisi Kirab Kerbau Kraton (Malam 1 Suro)