Inilah Arti dan Makna Filosofis Logo Muktamar Muhamamdiyah 47 Makassar

Sang Pencerah – Logo Muktamar Muhammadiyah 47 Makassar sudah di launching di Sporotium UMY beberapa hari yang lalu. Pada Muktamar Muhammadiyah kali ini mengambil tema “Gerakan Pencerahan Untuk Indonesia Berkemajuan”.  Dengan logo khas Makassar yakni Kapal Pinisi. Bagaianakah sejatinya arti dan makna filosofis Muktamar Muhammadiyah 47 Makassar?

Kapal Pinisi. Adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari suku bugis dan suku Makassar di Sulawesi Selatan. tepatnya dari Desa Bira Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh layat, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan dan dua di belakang. Umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Dua tiang layar utama berdasarkan dua kalimat syahadat dan tujuh buah layat merupakan jumlah dari surat Al-Fatihah. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar dan juga mempunayi makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengarungi tujuh samudra besar di dunia.

Ikon Kapal Pinisi dan 47. Kapal Pinisi khas Makassar adalah simbol tentang perjalanan kehidupan, proses peradaban juga sebagai simbol dari kekuatan dan pertahanan akan gelombang zaman. Sedangkan angka 47 yang di transformasikan sebagai layar kapal Pinisi menandakan Muktamar ke 47. Pinisi adalah melambangkan Makassar sebagai tempat dimana Muktamar Muhammadiyah ke 47 diselenggarakan.

Ikon Sinar & Matahari. Mengadopsi dari logo Muhammadiyah sebagai simbol Gerakan Pencerahan. Warna kuning melambangkan pencerahan, kederdasan, modern dan berfikir maju. Warna oranye pada Muhammadiyah melambangkan kehangatan juga kekuatan yang arif dan mencerahkan.