Di Kabupaten Ini, Kolom Agama KTP Boleh Dikosongkan

Batanghari- Polemik pengosongan kolom agama di KTP terus berlanjut. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batanghari, Jambi,
Adnan mengatakan, warga di daerahnya diperbolehkan membuat KTP
elektronik (e-KTP) tanpa mencantumkan kolom agama.

Kebijakan ini
dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
kepada gubernur, bupati dan wali kota seluruh Indonesia. “Ya, dalam
pembuatan e-KTP tersebut sesuai dengan permintaan, sifatnya juga
individu,” kata Adnan, Senin (25/11/2014).

Ia mengatakan, dalam surat
edaran tersebut, Kemendagri juga tetap berpegang pada peraturan
perundang-undangan bahwa terdapat enam agama sesuai dalam Pasal 4 Ayat 5
Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas
Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

“Elemen
data penduduk tentang agama sebagaimana yang dimaksud pada Ayat 1 bagi
penduduk yang agamanya belum diakui sebagaimana agama berdasarkan
ketentuan perundang-undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak
diisi,” ujarnya.

Menurut dia, terkait dengan pencatuman agama di
e-KTP sudah disosiaslisasikan oleh pemerintah pusat di Yogyakarta
beberapa waktu lalu. Sementara nama agamanya tetap ada dalam database
kependudukan yang ada di Disdukcapil setempat.

Ia mengakui,
Disdukcapil Batanghari menerima Surat Edaran Kemendagri ini sejak 19
November lalu melalui Bupati Batanghari dan ditembuskan ke Disdukcapil
Batanghari.

Namun demikian, sejak surat edaran ini diterima
Disdukcapil Batanghari, hingga kini belum ada warga Batanghari yang
membuat e-KTP yang tidak mencatumkan agamanya. Hingga kini proses
pembuatan e-KTP terus berjalan hingga akhir tahun 2014 ini.(sp/mch/rol)