BBM Naik, Rakyat Sudah Mulai Menyerbu SPBU Asing

Jakarta- Perilaku sejumlah pengguna kendaraan bermotor sudah berubah. Mereka berpikir ulang untuk mengisi di SPBU Pertamina. Harga Bahan Bakar Minyak di SPBU asing terpaut Rp 1.500 dengan SPBU
milik pertamina. Keterpautan harga ini menjadi alasan pengendara untuk
memilih mengisi bahan bakar di SPBU asing. hal ini terlihat di Sheel V
Power antasari. Beberapa kendaraan seperti mobil dan motor  sudah
mengantri.
 
Seorang pengendara mobil yang mengisi Sheel di SPBU Sheel V Power
Antasari Dadang Rahmat mengatakan, perpindahan konsumen SPBU Pertamina
ke SPBU asing dirasa wajar saat harga BBM di Pertamina naik Rp 2.000.
Selisih harga yang hanya Rp 1.500 tidak akan  memberatkan pengendara
karena kualitas BBM di SPBU asing dan Pertamina berbeda
.
Menurutnya bahan bakar yang dihasilkan Sheel lebih ramah terhadap
mesin dibandingkan dengan BBM dari pertamina. Selain itu ada servis
tambahan di SPBU asing. Setiap kali pengisian bahan bakar, petugas di
SPBU ini membersihkan kaca mobil pengunjungnya.
Sebagai warga negara Indonesia, Dadang ia juga ingin membeli bahan
bakar di pertamina. Tapi harga BBM di Pertamina naik dan kualitas BBM
pertamina untuk kendaraan juga kurang bagus. Walaupun harga Sheel masih
lebih mahal dibandingkan dengan BBM di Pertamina.
Selain Dadang pengendara yang mengisi BBM di SPBU asing sepertin
Vincent mengatakan bahan bakar yang dihasilkan SPBU asing lebih merawat
mesin mobil. Apalagi selisih harga pada SPBU asing dan SPBU Pertamina
hanya Rp 1.500.
Vincent yang ditemui di SPBU V Power ini mengakui baru pertamakali
mengisi Bahan bakar di SPBU asing.  Ia diberitahu kawan-kawannya, Sheel
dan Power lebih ramah dibandingkan dengan bahan bakar yang dihasilkan
pertamina. “Memang lebih mahal sedikit tapi merawat mesin,” ujar
Vincent.
Sementara itu, dulu sebelum kenaikan BBM, ‎ Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengaku
keputusan kenaikan harga BBM akan memberikan angin segar bagi operator
stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing yang berbisnis ritel BBM
di Indonesia. Saat ini terdapat tiga operator SPBU asing yaitu PT Shell
Indonesia, PT Total Oil Indonesia dan PT Petronas Niaga Indonesia.

“‎Hari
ini SPBU di Indonesia yang berbau asing masih tidur nyenyak, tapi nanti
kalau harga naik, maka seluruh SPBU asing akan terbang dan tertawa
terbahak-bahak,” kata Efendi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu
(15/11/2014) dikutip dari liputan6.


Dengan semakin ramainya pembeli BBM di SPBU asing,
para operator bakal kian gempur Indonesia sehingga SPBU asing akan
semakin menjamur. Tidak hanya di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan
Bekasi (Jabotabek), tapi juga bidik wilayah lain.

Apa yang dikatakan Effendi tersebut mengacu pada sifat masyarakat
Indonesia yang selalu konsumtif dan suka dengan produk-produk dari luar
negeri.

“‎Orang Indonesia tahu kan sifat-sifatnya, suka
barang-barang asing. Ini pintu liberalisasi, memang ini agak tidak cocok
dengan paham kami,” kata dia.

Untuk itu, dia menyarankan agar
kenaikan harga BBM subsidi harus diimbangi dengan kebijakan memperketat
bisnis ritel BBM bagi perusahaan-perusahaan asing supaya tidak
memanfaatkan momentum tersebut.(sp/mch/rol)